Senin, 09 Juni 2014

Wasir atau Ambeien



Wasir atau ambeien (dalam bahasa Inggris atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles) adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana bibir anus mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan. Penyebabnya antara lain kebiasaan buang air besar tidak teratur (konstipasi atau diare), olahraga, nutrisi (diet rendah serat), peningkatan tekanan intra-abdomen (berkepanjangan tegang), genetika, tidak adanya katup dalam vena hemoroid, dan penuaan.

Selain faktor tersebut di atas, ambeien juga bisa terjadi pada ibu hamil. Penyebabnya antara lain.
 1. Perubahan hormon dalam tubuh. Selama masa kehamilan, kadar hormon progesteron  meningkat untuk memperkuat atau menahan janin di dalam rahim. Di waktu yang sama, hormon tersebut menghambat gerak peristaltik otot pencernaan yang diperlukan agar perjalanan makanan dari saluran pencernaan hingga saluran pembuangan berjalan lancar.
2. Ukuran janin yang kian besar. Akibatnya, seringkali janin mendesak sejumlah pembuluh darah di sekitar perut dan panggul. Darah yang meningkat, baik volume maupun alirannya, jadi terhambat.
3. Sembelit. Bisa terjadi karena asupan zat besi yang cukup tinggi selama hamil. Zat besi penting untuk calon ibu agar terhindar dari risiko anemia. Tetapi pada sebagian calon ibu, ini menyebabkan kesulitan buang air besar hingga akhirnya terjadi wasir.
4. Beban yang ditanggung ibu hamil. Beban janin dan dirinya sendiri menyebabkan lambung dan rahim saling berhimpitan, sehingga dorongan sedikit saja pada bagian anus akan menyebabkan pembuluh darah di sekitarnya pecah lantas menjadi wasir. Tak jarang peredaran zat makanan pun terhambat hingga akhirnya ibu hamil sulit buang air.
5. Gerakan fisik terutama bagian perut (abdominal) yang terbatas selama hamil. Ini juga salah satu penyebab kerja usus jadi “malas”.
Repotnya jika wasir terjadi saat hamil, tidak boleh sembarangan minum obat, apalagi jika terjadi pada kehamilan trisemester pertama. Mengkonsumsi sembarangan obat bisa membahayakan janin. Tapi, wasir yang parah disertai keluarnya darah lebih mengkhawatirkan lagi, tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi wasir, yakni:
1. Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah-buahan dan sayuran.
2. Minumlah cairan yang cukup banyak. Paling tidak 2 liter dalam sehari.
3. Biasakan buang air secara rutin pada waktu-waktu tertentu, seperti di pagi hari. Sebelum buang air, minum air hangat.
4. Minumlah yogurt atau susu fermentasi yang dapat merangsang kerja usus agar lebih aktif. Jumlah konsumsi saat hamil dapat  dikonsultasikan dengan dokter gizi.
5. Lakukan renang atau olahraga ringan, seperti jalan kaki yang sesuai dengan ibu hamil. Gerakan yang dilakukan ini diharapkan dapat membantu otot-otot di saluran pencernaan untuk bergerak mendorong sisa makanan ke saluran pembuangan.
6. Hindari mengejan ketika buang air besar saat hamil. Dengan tidak mengejan, ini berarti kemungkinan terjadinya pembengkakan maupun peradangan pada pembuluh-pembuluh darah di daerah anus bisa diperkecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar