Wasir atau ambeien (dalam bahasa Inggris atau Latin
disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles) adalah penyakit
atau gangguan pada anus dimana bibir anus mengalami pembengkakan yang
kadang-kadang disertai pendarahan. Penyebabnya antara lain kebiasaan buang air
besar tidak teratur (konstipasi atau diare), olahraga, nutrisi (diet rendah
serat), peningkatan tekanan intra-abdomen (berkepanjangan tegang), genetika,
tidak adanya katup dalam vena hemoroid, dan penuaan.
Selain faktor tersebut di atas, ambeien juga bisa
terjadi pada ibu hamil. Penyebabnya antara lain.
1. Perubahan hormon dalam tubuh. Selama masa
kehamilan, kadar hormon progesteron meningkat untuk memperkuat atau
menahan janin di dalam rahim. Di waktu yang sama, hormon tersebut menghambat
gerak peristaltik otot pencernaan yang diperlukan agar perjalanan makanan dari
saluran pencernaan hingga saluran pembuangan berjalan lancar.
2. Ukuran janin yang kian besar. Akibatnya, seringkali
janin mendesak sejumlah pembuluh darah di sekitar perut dan panggul. Darah yang
meningkat, baik volume maupun alirannya, jadi terhambat.
3. Sembelit. Bisa terjadi karena asupan zat besi yang
cukup tinggi selama hamil. Zat besi penting untuk calon ibu agar terhindar dari
risiko anemia. Tetapi pada sebagian calon ibu, ini menyebabkan kesulitan buang
air besar hingga akhirnya terjadi wasir.
4. Beban yang ditanggung ibu hamil. Beban janin dan
dirinya sendiri menyebabkan lambung dan rahim saling berhimpitan, sehingga
dorongan sedikit saja pada bagian anus akan menyebabkan pembuluh darah di
sekitarnya pecah lantas menjadi wasir. Tak jarang peredaran zat makanan pun
terhambat hingga akhirnya ibu hamil sulit buang air.
5. Gerakan fisik terutama bagian perut (abdominal)
yang terbatas selama hamil. Ini juga salah satu penyebab kerja usus jadi
“malas”.
Repotnya jika wasir terjadi saat hamil, tidak boleh
sembarangan minum obat, apalagi jika terjadi pada kehamilan trisemester
pertama. Mengkonsumsi sembarangan obat bisa membahayakan janin. Tapi, wasir
yang parah disertai keluarnya darah lebih mengkhawatirkan lagi, tidak bisa
dibiarkan begitu saja.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah
atau mengatasi wasir, yakni:
1. Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti
buah-buahan dan sayuran.
2. Minumlah cairan yang cukup banyak. Paling tidak 2 liter dalam sehari.
3. Biasakan buang air secara rutin pada waktu-waktu tertentu, seperti di pagi hari. Sebelum buang air, minum air hangat.
4. Minumlah yogurt atau susu fermentasi yang dapat merangsang kerja usus agar lebih aktif. Jumlah konsumsi saat hamil dapat dikonsultasikan dengan dokter gizi.
5. Lakukan renang atau olahraga ringan, seperti jalan kaki yang sesuai dengan ibu hamil. Gerakan yang dilakukan ini diharapkan dapat membantu otot-otot di saluran pencernaan untuk bergerak mendorong sisa makanan ke saluran pembuangan.
6. Hindari mengejan ketika buang air besar saat hamil. Dengan tidak mengejan, ini berarti kemungkinan terjadinya pembengkakan maupun peradangan pada pembuluh-pembuluh darah di daerah anus bisa diperkecil.
2. Minumlah cairan yang cukup banyak. Paling tidak 2 liter dalam sehari.
3. Biasakan buang air secara rutin pada waktu-waktu tertentu, seperti di pagi hari. Sebelum buang air, minum air hangat.
4. Minumlah yogurt atau susu fermentasi yang dapat merangsang kerja usus agar lebih aktif. Jumlah konsumsi saat hamil dapat dikonsultasikan dengan dokter gizi.
5. Lakukan renang atau olahraga ringan, seperti jalan kaki yang sesuai dengan ibu hamil. Gerakan yang dilakukan ini diharapkan dapat membantu otot-otot di saluran pencernaan untuk bergerak mendorong sisa makanan ke saluran pembuangan.
6. Hindari mengejan ketika buang air besar saat hamil. Dengan tidak mengejan, ini berarti kemungkinan terjadinya pembengkakan maupun peradangan pada pembuluh-pembuluh darah di daerah anus bisa diperkecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar