Kehamilan ibarat sebuah keajaiban.
Di dalam perut seorang ibu tumbuh janin. Hampir dipastikan kehamilan ini kerap
dibarengi kerewelan karena muncul berbagai gangguan. Apa saja?
Saat Anda berbadan dua memang bukan
cuma membawa perubahan suasana hati, tapi juga mengakibatkan munculnya beberapa
“penyakit”. Kendati begitu, calon ibu tak perlu mengkhawatirkannya. Karena
biasanya tidak berbahaya. Kecuali pada beberapa kasus patut dicurigai jika
“penyakit” ini berlanjut makin parah.
Nah, apa saja gangguan tersebut?
Ikuti pemaparan di bawah ini:
* Perubahan Pembuluh Darah.
Akan tampak garis biru yang
samar-samar di bawah kulit, pada payudara, dan perut. Itu adalah kondisi normal
saat hamil. Jaringan pembuluh darah mengembang untuk membawa darah lebih banyak
bagi kehamilan.
Tak perlu dikhawatirkan karena
umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan.
* Varises.
Pembuluh darah balik (vena) yang
normal dan sehat membawa darah kembali ke jantung dari anggota tubuh. Karena
harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki
serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini
hilang, darah cenderung berkumpul pada vena di mana tarikan gaya beratnya besar
(seperti kaki, anus/vulva).
Masalah ini lebih sering terjadi
pada wanita yang kegemukan daripada pria, dan sering muncul pertama kali saat
hamil. Lantaran bertambahnya tekanan pada vena kaki, volume darah yang
bertambah, terjadinya relaksasi otot-otot pada pembuluh darah yang disebabkan
oleh hormon kehamilan.
Varises pada kehamilan dapat
dicegah, antara lain dengan menghindari: kenaikan berat badan berlebih, duduk
terlalu lama, mengangkat barang berat, mengejan terlalu kuat saat buang air
besar, menggunakan pakaian ketat, merokok, dan sebagainya.
Penghilangan varises lewat
pembedahan tak dianjurkan saat hamil. Toh, kebanyakan varises ini akan
menghilang sendirinya setelah melahirkan. Biasanya saat berat badan kembali
normal.
“Yang dikhawatirkan jika varises
terdapat pada jalan lahir. Karena akan mengganggu proses persalinan. Mungkin
bisa terjadi perdarahan,” ujar dr. Nanang.
* Guratan pada Perut.
Gurat-gurat di atas perut
diakibatkan oleh meregangnya kulit. Biasanya karena pertambahan berat badan
yang terlalu banyak/cepat.
Gurat-gurat ini memang sulit untuk
dihilangkan, tapi tak perlu berkecil hati. Anggap saja itu sebagai hadiah dan
bagian dari kesempurnaan Anda sebagai wanita yang telah melahirkan.
Perlu para ibu ketahui, perut hamil
memang perut yang gatal dan akan bertambah gatal seiring bertambahnya usia kehamilan.
Ini disebabkan perut ibu membesar sehingga kulit perut meregang. Akibatnya
kulit menjadi kering.
Kendati terasa gatal, hindari untuk
menggaruk. Cukup olesi dengan cairan pelembab kulit. Memang tak akan
menghilangkan sama sekali rasa gatal. Paling tidak, bisa mengurangi keadaan
tersebut.
* Perut Terasa Panas.
Pada awal kehamilan, tubuh akan
memproduksi sejumlah progesteron dan estrogen yang cenderung melemaskan semua
jaringan otot halus di seluruh tubuh, termasuk saluran pencernaan. Akibatnya
kadang-kadang makanan berjalan lambat di dalam sistem pencernaan, sehingga
perut terasa kembung dan panas.
Rasa panas di perut akibat
melemasnya cincin otot yang memisahkan kerongkongan dengan lambung. Akibatnya,
makanan dan cairan yang keras serta asam dapat masuk ke kerongkongan dari
lambung. Asam lambung ini merangsang dinding kerongkongan yang peka sehingga
menyebabkan rasa panas. Untuk menghindarinya usahakan makan sedikit-sedikit
tapi sering. Hindari posisi membungkuk dengan melekukkan pinggang.
* Mual di Pagi Hari.
Morning sickness atau mual dui pagi
hari lumrah terjadi pada kehamilan. Hampir semua ibu hamil mengalaminya.
Biasanya terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Tetapi kadang ada yang
sangat berlebihan, mual sepanjang 9 bulan (hiperemesis gravidarum). Penyebab
mual ini adalah akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan HCG (human
chorionic gonadotrophine) dalam serum darah ibu.
Tak ada obat yang paling ampuh untuk
menghilangkan rasa mual. “Bisa dicegah dengan menghindari makanan atau sumber
penyebab mual tersebut,” kata dr. Nanang.
* Tak Suka Susu.
Banyak ibu yang khawatir dengan
kondisi janin karena ia tak suka susu. Sebetulnya yang perlu diperhatikan oleh
ibu hamil adalah janin tak perlu susu, melainkan kalsium. Tentunya banyak bahan
pengganti susu yang tak kalah kandungan kalsiumnya.
* Sembelit.
Salah satu penyebabnya adalah
meningkatnya relaksasi otot-otot saluran pencernaan akibat meningkatnya
hormon-hormon kehamilan sehingga sistem pembuangan menjadi lamban. Penyebab
lain, tekanan dari rahim yang terus tumbuh kepada usus menghambat kegiatan
normal usus.
Anda dapat menghindarinya dengan
mengkonsumsi cukup makanan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan. Juga jaga
agar tubuh tak kekurangan air.
Anda pun harus tetap bergerak aktif.
Jangan lantaran hamil, lantas Anda tidur sepanjang hari. Selama dokter tak
melarang, Anda bisa tetap beraktivitas. Tambahkan sedikit olahraga seperti
jalan pagi.
* Sulit Bernapas.
Kesulitan bernapas biasanya mulai
terjadi saat kehamilan memasuki trimester kedua. Rahim yang membesar mendorong
diafragma ke atas sehingga paru-paru terdesak dan sulit baginya untuk
berkembang penuh.
Peredaran biasanya terjadi setelah
janin bergerak ke posisi bagian bawah rongga panggul, menjelang persalinan.
Mungkin Anda akan lebih mudah bernapas bila duduk tegak daripada duduk
bersandar atau membungkuk.
Jika kesulitan bernapas berlanjut
parah, disertai pernapasan yang cepat, ujung jari membiru, terdapat nyeri pada
dada dan denyut nadi lebih cepat, mungkin ada masalah. Segera hubungi dokter.
* Anemia.
Karena volume darah meningkat selama
kehamilan, maka jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah
merah akan meningkat pula secara bertahap.
Untuk mencegah anemia kekurangan zat
besi, ibu hamil dianjurkan makan makanan yang kaya zat besi. Biasanya dokter
akan memberi resep tambahan zat besi.
Bila kekurangan zat besinya ringan,
mungkin tak terdapat gejala-gejala. Tapi ketika sel darah merah pembawa oksigen
makin bertambah kurang, ibu akan menunjukkan gejala pucat, letih, lemah, berdebar,
sesak napas, dan pingsan.
* Mimisan.
Tersumbatnya yang disertai mimisan
mungkin terjadi karena kadar estrogen dan progesteron yang tinggi beredar pada
tubuh, sehingga menyebabkan banyaknya aliran darah pada membran mukosa dari
hidung. Akibatnya menjadi lunak dan membengkak, mirip seperti leher rahim yang
akan menyiapkan kelahiran.
Untuk menghentikan mimisan, lebih
baik duduk atau berdiri sedikit miring ke depan daripada berbaring atau
bersandar ke belakang. Tekan kedua lubang hidung bersamaan dengan menggunakan
ibu jari dan telunjuk. Tahan selama 5-10 menit. Ulangi beberapa kali sampai
pendarahan berhenti.
* Pengeluaran Cairan dari Vagina.
Tak berbeda seperti saat Anda akan
mengalami menstruasi, vagina akan sedikit mengeluarkan cairan. Normalnya berwarna
putih susu, encer, dan berbau sedikit. Umumnya jumlahnya akan bertambah seiring
bertambahnya usia kehamilan.
Anda bisa menggunakan pembalut untuk
memberi rasa nyaman. Tapi jangan menggunakan tampon. Atau seringlah mengganti
celana dalam Anda dengan menggunakan bahan katun.
* Mengompol.
Pada trimester terakhir, beberapa
ibu hamil mengompol. Biasanya ketika batuk, tertawa terlalu keras, atau bersin.
Mengompol ini terjadi karena tekanan dari rahim yang terus membesar terhadap
kantung kemih.
Biasanya akan pulih dengan
sendirinya setelah melahirkan. Beberapa latihan yang bertujuan untuk menguatkan
otot-otot panggul, juga bisa mengatasi kondisi ini.
* Keletihan.
Jangan merasa diri sebagai wanita
super, karena keletihan lumrah terjadi selama kehamilan. Apalagi pada trimester
ketiga. Beban kandungan yang makin berat, ditambah mungkin ibu hamil kurang
tidur. Rasa khawatir akan persalinan pun membuat calon ibu merasa sangat letih.
Karena itu perbanyak istirahat dan makan cukup.
Calon ibu perlu mewaspadai keletihan
ini jika terjadi sangat berlebihan. Misalnya, Anda sudah merasa cukup rileks,
tak bekerja terlalu berat, tapi keletihan tetap terjadi. Konsultasikan dengan
dokter. “Saat konsultasi, calon ibu diharapkan bisa menceritakan semua keluhan
yang ada. Sehingga dokter bisa segera memberi penanganan jika diperlukan,”
nasehat dr. Nanang.
* Kesemutan.
Ada ibu hamil yang merasa kesemutan
di daerah telapak tangan dan kakinya. Kesemutan yang menyerang ibi hamil
mungkin disebabkan: kekurangan vitamin B, gangguan metabolisme tubuh penekanan
ujung-ujung saraf tepi oleh penumpukan cairan di daerah ujung-ujung jari. Bisa
juga diakibatkan penekanan rahim yang membesar terhadap kumpulan jaringan saraf
di daearh rongga panggul.
Mengubah-ubah posisi biasanya akan
mengurangi gejala ini. Kecuali itu perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan
vitamin-vitamin khusus untuk sistem saraf. Kondisi ini tak perlu terlalu
dikhawatirkan karena tak membahayakan ibu maupun janin. Bila berlanjut terus,
sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter kandungan Anda.
* Kejang kaki.
Kejang kaki biasanya disebabkan
kelebihan fosfor dan kelebihan kalsium dalam darah. Biasanya dokter menyarankan
untuk meminum tablet kalsium tanpa fosfor.
Bila ibu hamil mengalami kejang pada
betis, luruskan kaki dan lekukkan mata kaki serta jari-jari kaki ke atas ke
arah hidung Anda. Lakukan beberapa kali menjelang tidur. Atau bisa juga berdiri
di atas permukaan yang dingin.
* Kulit Kehitaman
Ada beberapa ibu hamil yang
mengalami perubahan kulit menjadi kehitaman di tubuhnya, misalnya di bagian
leher, ketiak, atau perut. Perubahan tersebut disebabkan oleh peningkatan
hormon MSH (melanophore stimulating hormone). Perubahan kulit tersebut sulit
dihilangkan selama kehamilan. Tetapi akan berangsur-angsur hilang setelah
melahirkan.
Ibu tak perlu mengkhawatirkan
keadaan ini. Apalagi jika melihat ibu hamil lain tidak mengalaminya. Memang
tidak semua mengalami hal yang sama. Bahkan, pada kehamilan pertama dan kedua
pun kerap terjadi perbedaan.
* Masalah Gigi
Gangguan keseimbangan hormon saat
hamil bisa mengakibatkan pembengkakan pada gusi. Bila kondisi ini terus
berlanjut dan parah, tentu akan sangat mengganggu fungsi pengunyahan (gigi
berlubang atau goyang). Gangguan ini tidak terjadi sendirinya, tetapi
disebabkan ibu hamil malas merawat gigi dan kebersihan mulutnya.
Tentu saja
ibu tidak boleh membiarkan keadaan ini sampai berlanjut. Jagalah kebersihan dan
kesehatan mulut dan gigi secara benar. Yang perlu diingat penggunaan
obat-obatan pereda sakit gigi yang tidak terkontrol dan terus menerus dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan janin. Karena itu setiap obat yang akan
ibu konsumsi, harus sepengetahuan dokter
semoga informasi ini dapat membantu menambah pengetahuan para bunda semua
semoga informasi ini dapat membantu menambah pengetahuan para bunda semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar