Senin, 09 Juni 2014

ABOUT ME


Nama               :Yolanda Vivian
NIM                :13150140
Kuliah di         : Universitas Respati Yogyakarta
TTL                 : Melapeh Baru (Kalimantan Timur), 13 Maret 1995

Gangguan atau Ketidaknyamanan Kehamilan



Kehamilan ibarat sebuah keajaiban. Di dalam perut seorang ibu tumbuh janin. Hampir dipastikan kehamilan ini kerap dibarengi kerewelan karena muncul berbagai gangguan. Apa saja?
Saat Anda berbadan dua memang bukan cuma membawa perubahan suasana hati, tapi juga mengakibatkan munculnya beberapa “penyakit”. Kendati begitu, calon ibu tak perlu mengkhawatirkannya. Karena biasanya tidak berbahaya. Kecuali pada beberapa kasus patut dicurigai jika “penyakit” ini berlanjut makin parah.
Nah, apa saja gangguan tersebut? Ikuti pemaparan di bawah ini:

* Perubahan Pembuluh Darah.
Akan tampak garis biru yang samar-samar di bawah kulit, pada payudara, dan perut. Itu adalah kondisi normal saat hamil. Jaringan pembuluh darah mengembang untuk membawa darah lebih banyak bagi kehamilan.
Tak perlu dikhawatirkan karena umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

* Varises.
Pembuluh darah balik (vena) yang normal dan sehat membawa darah kembali ke jantung dari anggota tubuh. Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk memiliki serangkaian katup yang mencegah membaliknya aliran darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena di mana tarikan gaya beratnya besar (seperti kaki, anus/vulva).
Masalah ini lebih sering terjadi pada wanita yang kegemukan daripada pria, dan sering muncul pertama kali saat hamil. Lantaran bertambahnya tekanan pada vena kaki, volume darah yang bertambah, terjadinya relaksasi otot-otot pada pembuluh darah yang disebabkan oleh hormon kehamilan.
Varises pada kehamilan dapat dicegah, antara lain dengan menghindari: kenaikan berat badan berlebih, duduk terlalu lama, mengangkat barang berat, mengejan terlalu kuat saat buang air besar, menggunakan pakaian ketat, merokok, dan sebagainya.
Penghilangan varises lewat pembedahan tak dianjurkan saat hamil. Toh, kebanyakan varises ini akan menghilang sendirinya setelah melahirkan. Biasanya saat berat badan kembali normal.
“Yang dikhawatirkan jika varises terdapat pada jalan lahir. Karena akan mengganggu proses persalinan. Mungkin bisa terjadi perdarahan,” ujar dr. Nanang.

* Guratan pada Perut.
Gurat-gurat di atas perut diakibatkan oleh meregangnya kulit. Biasanya karena pertambahan berat badan yang terlalu banyak/cepat.
Gurat-gurat ini memang sulit untuk dihilangkan, tapi tak perlu berkecil hati. Anggap saja itu sebagai hadiah dan bagian dari kesempurnaan Anda sebagai wanita yang telah melahirkan.
Perlu para ibu ketahui, perut hamil memang perut yang gatal dan akan bertambah gatal seiring bertambahnya usia kehamilan. Ini disebabkan perut ibu membesar sehingga kulit perut meregang. Akibatnya kulit menjadi kering.
Kendati terasa gatal, hindari untuk menggaruk. Cukup olesi dengan cairan pelembab kulit. Memang tak akan menghilangkan sama sekali rasa gatal. Paling tidak, bisa mengurangi keadaan tersebut.

* Perut Terasa Panas.
Pada awal kehamilan, tubuh akan memproduksi sejumlah progesteron dan estrogen yang cenderung melemaskan semua jaringan otot halus di seluruh tubuh, termasuk saluran pencernaan. Akibatnya kadang-kadang makanan berjalan lambat di dalam sistem pencernaan, sehingga perut terasa kembung dan panas.
Rasa panas di perut akibat melemasnya cincin otot yang memisahkan kerongkongan dengan lambung. Akibatnya, makanan dan cairan yang keras serta asam dapat masuk ke kerongkongan dari lambung. Asam lambung ini merangsang dinding kerongkongan yang peka sehingga menyebabkan rasa panas. Untuk menghindarinya usahakan makan sedikit-sedikit tapi sering. Hindari posisi membungkuk dengan melekukkan pinggang.

* Mual di Pagi Hari.
Morning sickness atau mual dui pagi hari lumrah terjadi pada kehamilan. Hampir semua ibu hamil mengalaminya. Biasanya terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Tetapi kadang ada yang sangat berlebihan, mual sepanjang 9 bulan (hiperemesis gravidarum). Penyebab mual ini adalah akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan HCG (human chorionic gonadotrophine) dalam serum darah ibu.
Tak ada obat yang paling ampuh untuk menghilangkan rasa mual. “Bisa dicegah dengan menghindari makanan atau sumber penyebab mual tersebut,” kata dr. Nanang.

* Tak Suka Susu.
Banyak ibu yang khawatir dengan kondisi janin karena ia tak suka susu. Sebetulnya yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil adalah janin tak perlu susu, melainkan kalsium. Tentunya banyak bahan pengganti susu yang tak kalah kandungan kalsiumnya.

* Sembelit.
Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya relaksasi otot-otot saluran pencernaan akibat meningkatnya hormon-hormon kehamilan sehingga sistem pembuangan menjadi lamban. Penyebab lain, tekanan dari rahim yang terus tumbuh kepada usus menghambat kegiatan normal usus.
Anda dapat menghindarinya dengan mengkonsumsi cukup makanan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan. Juga jaga agar tubuh tak kekurangan air.
Anda pun harus tetap bergerak aktif. Jangan lantaran hamil, lantas Anda tidur sepanjang hari. Selama dokter tak melarang, Anda bisa tetap beraktivitas. Tambahkan sedikit olahraga seperti jalan pagi.

* Sulit Bernapas.
Kesulitan bernapas biasanya mulai terjadi saat kehamilan memasuki trimester kedua. Rahim yang membesar mendorong diafragma ke atas sehingga paru-paru terdesak dan sulit baginya untuk berkembang penuh.
Peredaran biasanya terjadi setelah janin bergerak ke posisi bagian bawah rongga panggul, menjelang persalinan. Mungkin Anda akan lebih mudah bernapas bila duduk tegak daripada duduk bersandar atau membungkuk.
Jika kesulitan bernapas berlanjut parah, disertai pernapasan yang cepat, ujung jari membiru, terdapat nyeri pada dada dan denyut nadi lebih cepat, mungkin ada masalah. Segera hubungi dokter.

* Anemia.
Karena volume darah meningkat selama kehamilan, maka jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah akan meningkat pula secara bertahap.
Untuk mencegah anemia kekurangan zat besi, ibu hamil dianjurkan makan makanan yang kaya zat besi. Biasanya dokter akan memberi resep tambahan zat besi.
Bila kekurangan zat besinya ringan, mungkin tak terdapat gejala-gejala. Tapi ketika sel darah merah pembawa oksigen makin bertambah kurang, ibu akan menunjukkan gejala pucat, letih, lemah, berdebar, sesak napas, dan pingsan.

* Mimisan.
Tersumbatnya yang disertai mimisan mungkin terjadi karena kadar estrogen dan progesteron yang tinggi beredar pada tubuh, sehingga menyebabkan banyaknya aliran darah pada membran mukosa dari hidung. Akibatnya menjadi lunak dan membengkak, mirip seperti leher rahim yang akan menyiapkan kelahiran.
Untuk menghentikan mimisan, lebih baik duduk atau berdiri sedikit miring ke depan daripada berbaring atau bersandar ke belakang. Tekan kedua lubang hidung bersamaan dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tahan selama 5-10 menit. Ulangi beberapa kali sampai pendarahan berhenti.

* Pengeluaran Cairan dari Vagina.
Tak berbeda seperti saat Anda akan mengalami menstruasi, vagina akan sedikit mengeluarkan cairan. Normalnya berwarna putih susu, encer, dan berbau sedikit. Umumnya jumlahnya akan bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan.
Anda bisa menggunakan pembalut untuk memberi rasa nyaman. Tapi jangan menggunakan tampon. Atau seringlah mengganti celana dalam Anda dengan menggunakan bahan katun.

* Mengompol.
Pada trimester terakhir, beberapa ibu hamil mengompol. Biasanya ketika batuk, tertawa terlalu keras, atau bersin. Mengompol ini terjadi karena tekanan dari rahim yang terus membesar terhadap kantung kemih.
Biasanya akan pulih dengan sendirinya setelah melahirkan. Beberapa latihan yang bertujuan untuk menguatkan otot-otot panggul, juga bisa mengatasi kondisi ini.

* Keletihan.
Jangan merasa diri sebagai wanita super, karena keletihan lumrah terjadi selama kehamilan. Apalagi pada trimester ketiga. Beban kandungan yang makin berat, ditambah mungkin ibu hamil kurang tidur. Rasa khawatir akan persalinan pun membuat calon ibu merasa sangat letih. Karena itu perbanyak istirahat dan makan cukup.
Calon ibu perlu mewaspadai keletihan ini jika terjadi sangat berlebihan. Misalnya, Anda sudah merasa cukup rileks, tak bekerja terlalu berat, tapi keletihan tetap terjadi. Konsultasikan dengan dokter. “Saat konsultasi, calon ibu diharapkan bisa menceritakan semua keluhan yang ada. Sehingga dokter bisa segera memberi penanganan jika diperlukan,” nasehat dr. Nanang.

* Kesemutan.
Ada ibu hamil yang merasa kesemutan di daerah telapak tangan dan kakinya. Kesemutan yang menyerang ibi hamil mungkin disebabkan: kekurangan vitamin B, gangguan metabolisme tubuh penekanan ujung-ujung saraf tepi oleh penumpukan cairan di daerah ujung-ujung jari. Bisa juga diakibatkan penekanan rahim yang membesar terhadap kumpulan jaringan saraf di daearh rongga panggul.
Mengubah-ubah posisi biasanya akan mengurangi gejala ini. Kecuali itu perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan vitamin-vitamin khusus untuk sistem saraf. Kondisi ini tak perlu terlalu dikhawatirkan karena tak membahayakan ibu maupun janin. Bila berlanjut terus, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

* Kejang kaki.
Kejang kaki biasanya disebabkan kelebihan fosfor dan kelebihan kalsium dalam darah. Biasanya dokter menyarankan untuk meminum tablet kalsium tanpa fosfor.
Bila ibu hamil mengalami kejang pada betis, luruskan kaki dan lekukkan mata kaki serta jari-jari kaki ke atas ke arah hidung Anda. Lakukan beberapa kali menjelang tidur. Atau bisa juga berdiri di atas permukaan yang dingin.

* Kulit Kehitaman
Ada beberapa ibu hamil yang mengalami perubahan kulit menjadi kehitaman di tubuhnya, misalnya di bagian leher, ketiak, atau perut. Perubahan tersebut disebabkan oleh peningkatan hormon MSH (melanophore stimulating hormone). Perubahan kulit tersebut sulit dihilangkan selama kehamilan. Tetapi akan berangsur-angsur hilang setelah melahirkan.
Ibu tak perlu mengkhawatirkan keadaan ini. Apalagi jika melihat ibu hamil lain tidak mengalaminya. Memang tidak semua mengalami hal yang sama. Bahkan, pada kehamilan pertama dan kedua pun kerap terjadi perbedaan.

* Masalah Gigi
Gangguan keseimbangan hormon saat hamil bisa mengakibatkan pembengkakan pada gusi. Bila kondisi ini terus berlanjut dan parah, tentu akan sangat mengganggu fungsi pengunyahan (gigi berlubang atau goyang). Gangguan ini tidak terjadi sendirinya, tetapi disebabkan ibu hamil malas merawat gigi dan kebersihan mulutnya.
Tentu saja ibu tidak boleh membiarkan keadaan ini sampai berlanjut. Jagalah kebersihan dan kesehatan mulut dan gigi secara benar. Yang perlu diingat penggunaan obat-obatan pereda sakit gigi yang tidak terkontrol dan terus menerus dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan janin. Karena itu setiap obat yang akan ibu konsumsi, harus sepengetahuan dokter

semoga informasi ini dapat membantu menambah pengetahuan para bunda semua

Wasir atau Ambeien



Wasir atau ambeien (dalam bahasa Inggris atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles) adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana bibir anus mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan. Penyebabnya antara lain kebiasaan buang air besar tidak teratur (konstipasi atau diare), olahraga, nutrisi (diet rendah serat), peningkatan tekanan intra-abdomen (berkepanjangan tegang), genetika, tidak adanya katup dalam vena hemoroid, dan penuaan.

Selain faktor tersebut di atas, ambeien juga bisa terjadi pada ibu hamil. Penyebabnya antara lain.
 1. Perubahan hormon dalam tubuh. Selama masa kehamilan, kadar hormon progesteron  meningkat untuk memperkuat atau menahan janin di dalam rahim. Di waktu yang sama, hormon tersebut menghambat gerak peristaltik otot pencernaan yang diperlukan agar perjalanan makanan dari saluran pencernaan hingga saluran pembuangan berjalan lancar.
2. Ukuran janin yang kian besar. Akibatnya, seringkali janin mendesak sejumlah pembuluh darah di sekitar perut dan panggul. Darah yang meningkat, baik volume maupun alirannya, jadi terhambat.
3. Sembelit. Bisa terjadi karena asupan zat besi yang cukup tinggi selama hamil. Zat besi penting untuk calon ibu agar terhindar dari risiko anemia. Tetapi pada sebagian calon ibu, ini menyebabkan kesulitan buang air besar hingga akhirnya terjadi wasir.
4. Beban yang ditanggung ibu hamil. Beban janin dan dirinya sendiri menyebabkan lambung dan rahim saling berhimpitan, sehingga dorongan sedikit saja pada bagian anus akan menyebabkan pembuluh darah di sekitarnya pecah lantas menjadi wasir. Tak jarang peredaran zat makanan pun terhambat hingga akhirnya ibu hamil sulit buang air.
5. Gerakan fisik terutama bagian perut (abdominal) yang terbatas selama hamil. Ini juga salah satu penyebab kerja usus jadi “malas”.
Repotnya jika wasir terjadi saat hamil, tidak boleh sembarangan minum obat, apalagi jika terjadi pada kehamilan trisemester pertama. Mengkonsumsi sembarangan obat bisa membahayakan janin. Tapi, wasir yang parah disertai keluarnya darah lebih mengkhawatirkan lagi, tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi wasir, yakni:
1. Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah-buahan dan sayuran.
2. Minumlah cairan yang cukup banyak. Paling tidak 2 liter dalam sehari.
3. Biasakan buang air secara rutin pada waktu-waktu tertentu, seperti di pagi hari. Sebelum buang air, minum air hangat.
4. Minumlah yogurt atau susu fermentasi yang dapat merangsang kerja usus agar lebih aktif. Jumlah konsumsi saat hamil dapat  dikonsultasikan dengan dokter gizi.
5. Lakukan renang atau olahraga ringan, seperti jalan kaki yang sesuai dengan ibu hamil. Gerakan yang dilakukan ini diharapkan dapat membantu otot-otot di saluran pencernaan untuk bergerak mendorong sisa makanan ke saluran pembuangan.
6. Hindari mengejan ketika buang air besar saat hamil. Dengan tidak mengejan, ini berarti kemungkinan terjadinya pembengkakan maupun peradangan pada pembuluh-pembuluh darah di daerah anus bisa diperkecil.

Gangguan Psikologis Ibu pada Masa Nifas serta Contoh Kasus yang pernah terjadi pada masa Nifas

Patologi kebidanan adalah salah satu masalah dalam pelayanan kesehatan dan harus dikenali gejalanya sejak dini. Pada bab ini kita sebagai bidan harus bisa mengidentifikasi gangguan psikologi post partum diantaranya depresi post partum, post partum blues, dan post partum psikosa. Post partum atau masa niifas adalah masa 2 jam setelah lahirnya plasenta sampai enam minggu berikutnya. Waktu yang tepat dalam rangka pengaeasam post partum adalah 2-6 jam, 2 jam-6 hari, 2 jam-6 minggu, (atau boleh juga disebut 6 jam, 6 hari, 6 minggu). Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi , perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya.

RUMUSAN MASALAH
1. Apakah definisi gangguan psikologi postpartum yaitu pada depresi post partum, post partum blues, dan post partum psikosa ?
2. Apakah penyebab gangguan psikologi postpartum ?
3. Bagaimana penanggulangan dari gangguan-gangguan psikologi postpartum ?
4. Bagaiman contoh kasus pada setiap gangguan-gangguan psikologi postapartum ?

 C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk melengkapi tugas dari mata kuliah “Psikologi Kebidanan”.
2. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan terhadap pembaca dan begitu pula dengan penulis sendiri.
 . Untuk mempelajari dan mengetahui lebih jelas mengenai masalah GANGGUAN PSIKOLOGI POST PARTUM. BAB II PEMBAHASAN GANGGUAN PSIKOLOGIS MASA NIFAS Gangguan psikologis masa nifas yaitu dimana ibu nifas usdah mampu menyesuiakan diri dengan perubah-perubahan yang terjadi setelah melahirkan. Gangguan psikologis pada masa nifas terbagi menjadi : post partum blues, depresi postpartum, dan psikosis post partum. A. Post Partum blues Menurut ambarwati (2009) yaitu perasaan sedih yang dialami oleh ibu setelah melahirkan, berkaitan dengan bayinya.
 Post partum blues atau sering juga disebut Maternity blues atau sindrom ibu baru, dimengerti sebagai suatu sindrom gangguan efek ringan pada minggu pertama setelah persalinan dengan ditandai dengan gejala-gelaja berikut ini:
1. Reaksi depresi misalnya Sedih, sering menangis, cemas, pelupa.
2. Cepat marah, mudah tersinggung.
3. Gangguan tidur dan nafsu makan.
4. Cenderung menyalahkan diri sendiri
5. Mood cepat berubah, cepat merasa sedih, dan cepat pula menjadi gembira.
6. Perasaan terjebak dan juga marah terhadap pasangannya, serta bayinya. Puncak dari post partum blues ini 3-5 hari setelah melahirkan dan berlangsung dari beberapa hari sampai 2 minggu. Post partum blues tidak menganggu kemapuan seorang wanita untik merawat bayinya sehingga ibu dengan post partum blues masih bisa merawat bayinya.

 Faktor-faktor penyebab timbulnya post partum blues adalah sebagai berikut:
1. Faktor hormonal, berupa perubahan kadar estrogen progesterone, prolaktin, serta estriol yang terlalu rendah. Kadar estrogen turun secara tajam setelah melahirkan dan ternyata estrogen memiliki efek supresi aktifitas enzim non-adrenalin maupun serotin yang berperan dalam suasana hati dan kejadian depresi.
 2. Ketidak nyaman fisik yang dialami sehingga menimbulkan perasaan emosi pada wanita pasca-melahirkan misalnya: rasa sakit akibat luka jahit atau bengkak pada payudara.
3. Ketidak mampuan beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.
4. Faktor umur dan jumlah anak.
5. Pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinannya.
 6. Latar belakang psikososial wanita tersebut, misalnya: tingkat pendidikan, kehamilan yang tidak diinginkan, status perkawinan, atau riwayat gangguan jiwa pada wanita tersebut.
7. Dukungan yang diberikan dari lingkungan, misalnya dari suami, orang tua dan keluarga.
8. Stres yang dialami oleh wanita itu sendiri misalnya: karena belum bisa menyusui bayinya, rasa bosan terhadap rutinitas barunya.
 9. Kelelahan pasca-bersalin.
10. Ketidak siapan terhadap perubahan peran yang terjadi pada wanita tersebut.
11. Rasa memiliki bayinya yang terlalu dalam sehingga takut yang berlebihan akan kehilangan bayinya.
12. Masalah kecemburuan dari anak yang terdahulunya. Beberapa cara untuk mengatasi post partum blues adalah sebagai berikut:
1. Persiapan diri yang baik selama kehamilan untuk menghadapi masa nifas.
2. Komunikasikan segala permasalahan atau hal yang ingin disampaikan.
3. Selalu membicarakan rasa cemas yang dialami.
 4. Bersikap tulus serta ikhlas terhadap apa yang telah dialami dan berusaha melakukan peran barunya sebagai seorang ibu yang baik.
5. Cukup istirahat.
6. Menghindari perubahan hidup yang drastis.
7. Berolahraga ringan.
8. Berikan dukungan dari semua keluarga, suami, atau saudara.
9. Konsultasikan pada tenaga kesehatan atau orang yang profesional agar dapat memfasilitasi faktor resiko lainnya selama masa nifas dan membantu dalam melakukan upaya pengawasan.

 B. Depresi Post Partum Depresi Post Partum ini terjadi 7 hari setelah melahirkan dan berlangsung selam 30 hari, dapat terjadi kapanpun bahkan sampai 1 tahun kedepan, dengan ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut :
1. Ibu dipenuhi rasa sedih dan depresi yang disertai dengan menangis tanpa sebab.
2. Tidak memiliki tenaga atau tenaga hanya sedikit saja untuk melakukan aktivitas.
3. Tidak dapat berkonsentrasi.
4. Ada gangguan pola tidur atau istirahat.
5. Perubahan nafsu makan dan perubahan mental psikisnya.
6. Terkadang muncul fobia. Depresi Post Partum ini disebabkan oleh beberapa faktor-faktor penyebab depresi ini dapat terjadi, diantaranya:
1. Faktor konstitusional ( kurangnya dukungan orang-orang disekitarnya misalnya keluarga, atau lingkungan tempat ibu bekerja).
2. Faktor fisik (terkait perubahan bentuh tubuh setelah melahirkan).
3. Faktor psikologi (terkait ibu yang tidak mampu beradaptasi dengan peran yang baru dijalaninya). Beberapa cara untuk mengatasi depresi post partum adalah sebagai berikut :
 1. Screening test, dimana alat ini digunakan untuk melihat sebagaimana tingkat depresi seseorang.
 2. Ada dukungan psikologis.
3. Istirahat yang cukup.
 4. Diperlukan dukungan psikolog atau konselor.
5. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat anti depresan.
6. Lakukan rujukan agar ibu mendapat perawatan yang intensif.

C. Psikosis Post Partum Psikosis post partum merupakan depresi yang paling berat, yang biasanya terjadi pada minggu pertama dalam 6 minggu setelah melahirkan.
Psikosis post partum ini disebabkan oleh beberapa faktor-faktor penyebab depresi ini dapat terjadi, diantaranya:
1. Faktor sosial kultural.
2. Faktor obstetrik dan ginekologik.
3. Karakter personal.
4. Perubahan hormonal yang cepat.
5. Marital disfungsion (suatu keadaan dimana ibu tidak mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain).
6. Unwanted pregnancy (kehamilan tidak diinginkan)
7. Merasa terisolasi. Psikosis post partum ini ditandai dengan gejala-gejala yang timbul sebagai berikut :
1. Curiga yang berlebihan.
2. Kebingungan.
 3. Sulit berkonsentrasi.
4. Bicara meracau atau inkoheren (berbicaranya kacau).
5. Pikiran obsesif (ingin bunuh diri).
 6. Impulsif (melakukan tindakan tanpa disadari).

Penanganan atau penatalaksanaan dari psikosis post partum yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
1. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.
2. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat anti depresan.
3. Lakukan rujukan ke rumah sakit guna perawatan lebih lanjut.

Contoh kasus Ketika Melanie Stove menjadi hamil, dia memiliki segalanya. Dia adalah seorang dokter sukses bahagia menikah dengan manajer penjualan farmasi. Dia memiliki keluarga yang mendukung. Dia adalah seorang wanita hamil berseri-seri, ingin memiliki anak dan memulai kehidupan barunya sebagai seorang ibu. Pada tanggal 23 Februari 2001, Summer Moose lahir dengan keadaan tidak normal, yaitu cacat Down Syndrom yang baru diketahui setelah melahirkan. Tapi ibu Melanie, Carol, menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan putrinya. Melanie, seperti tidak mau menerima keberadaan bayinya. Melani meyakinkan dirinya bahwa bayinya seharusnya lahir dengan keadaan atau kondisi yang normal karena dia adalah seorang tenaga kesehatan yang seharusnya tahu bagaimana cara merawat kehamilannya. Melani mengalami masalah psikis atau mental yaitu tekanan yang mendalam pada kenyataannya bahwa dia adalah seorang dokter yang lalai menerapkan ilmu kesehatan. Melani sangat depresi, malu, dan tidak percaya diri lagi karena pernyataan orang-orang disekitarnya yang menganggap dia adalah seorang dokter yang tidak professional. Melani masih tidak dapat menerima kondisi anaknya. Ketika Summer berumur satu bulan, depresi Melanie menjadi begitu parah sehingga ia berhenti makan dan minum dan tidak bisa lagi menelan. Dia mulai memiliki pikiran paranoid tentang orang lain - dia berpikir bahwa tetangganya di seberang jalan semua membicarakannya karena mereka pikir dia adalah ibu yang buruk. Dia menjadi kurus dan merasa ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang dokter. Lalu, ia mulai mencari cara untuk mengakhiri hidupnya. Melanie dirawat di rumah sakit tiga kali dalam tujuh minggu. Dia diberi empat kombinasi anti-psikotik, anti-kecemasan, dan obat anti-depresan. Namun keluarganya sudah dapat menerima kondisi anak Melani, walaupun Melani sebagai ibunya sendiri belum dapat menerima kondisi anaknya.  

Pemecahan masalahnya :
Anak dengan Sindrom Down adalah individu yang dapat dikenali dari fenotipnya dan mempunyai kecerdasan terbatas, yang terjadi akibat adanya jumlah kromosom 21 yang berlebih. Anak yang mengalam sindrom down umumnya mengalami kelemahan otot, mulut yang terbuka, lidah yang terjulur, ukuran telinga yang abnormal, gangguan pendengaran, mengalami gangguan penglihatan, dan sebagainya. Intervensi dini yang kita lakukan adalah jika anak tersebut misalnya: mengalami gangguan pendengaran, dapat melakukan pemeriksaan telinga sejak awal kehidupan dilakukan test pendengaran secara berkala, atau jika anak mengalami kelainan mata dapat dilakukan pemeriksaan yang rutin ke dokter mata. Memberikan lingkungan yang baik bagi anak, memberikan aktivitas motorik kasar dan halus dengan bermain dengan teman sebayanya, dan peran orang tua sangat dibutuhkan. Dari kasus ini, ibu Melani harus diberi banyak dukungan dan pengertian dari orang-orang terdekatnya seperti suami, keluarga, maupun orang-orang disekitarnya, bahwa kelalaian adalah manusiawi. Sebagai sesama tenaga kesehatan kita sebagai bidan harus saling menguatkan dengan memberi penyuluhan tentang penyakit-penyakit yang dapat terjadi di saat masa kehamilan sampai masa nifas, memberi tahu disekitar lingkungan masyarakat ibu Melani tentang sebenarnya down sindrom itu sendiri tidak diketahui selama kehamilan, maka sepenuhnya hal ini tidak harus menjadi beban psikis bagi ibu, karena memang bukan kesalahannya.. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri dokter Melani, kita bisa membantu dia dengan memberikan konseling dan membantu memantau perkembangan anaknya dan tentunya memberi semangat pada dokter Melani untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai dokter tanpa terus-terusan menyalahkan diri sendiri.  

o Gangguan psikologis masa nifas yaitu dimana ibu nifas usdah mampu menyesuiakan diri dengan perubah-perubahan yang terjadi setelah melahirkan. Gangguan psikologis pada masa nifas terbagi menjadi : post partum blues, depresi postpartum, dan psikosis post partum.
o Gangguan psikologi post partum diantaranya depresi post partum,post partum blues, post partum psikosa.
o Post partum blues (PBB) sering juga disebut sebagai maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindrom gangguan efelk ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan.
 o Depresi post partum adalah depresi berat yang terjadi 7 hari setelah melahirkan dan berlangsung selama 30 hari, dapat terjadi kapanpun bahkn sampai satu tahun kedepan
 o Psikosis post partum adalah depresi yang terjadi pada minggu pertama dalam enam minggu setelah melahirkan.
o Setiap jenis gangguan psikologis pada ibu nifas memiliki penanganan yang berbeda pula disesuaikan dengan keadaan yang dialami oleh ibu nifas.
 o Gangguan psikologis bila tidak ditangani secara tepat maka akan membahayakan kondisi ibu dan bayinya.
 B. Saran Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.  

Referensi :
 o Ambarawati, Eny Ratna dan Wulandari, Diah. 2010. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Nuha Medika.
o Suherni et al. 2008. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarata: Fitramala.
o http://susanthy123.blogspot.com/p/makalah-masalah-masalah-dalam-masa.html

o Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih.2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Jakarta: Salemba Medika.