Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan pada Sistem
Informasi Rumah
Sakit
Sistem informasi rumah sakit tidak dapat lepas kaitannya dengan
sistem
informasi kesehatan karena sistem ini merupakan aplikasi dari
sistem
informasi kesehatan itu sendiri. Untuk itu, perlu kita mengetahui
sedikit
tentang sistem informasi rumah sakit yang ada di Indonesia, mulai
dari
rancang bangun (desain) sistem informasi rumah sakit hingga
pengembangannya.
1. Rancang Bangun (desain) Sistem Informasi Rumah Sakit
Rancang
Bangun Rumah Sakit (SIRS), sangat bergantung kepada jenis dari rumah sakit
tersebut. Namun yg kita bahas adalah
bahwa untuk merancang bangunan rumah sakit atau desainnya butuh sebuah
teknologi yg cukup baik untuk mendesain sebuah Rancang Bangunan tersebut.
Maka itu dibutuhkan software sebagai penunjang atau
Pelaksana rancangan tersebut, contohnya:
- Microstation,
- SketchUP
- Revit Architecture
- Softplan
2. Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit
Dalam melakukan pengembangan SIRS, pengembang haruslah
bertumpu dalam 2 hal penting yaitu “kriteria dan kebijakan
pengembangan
SIRS” dan “sasaran pengembangan SIRS” tersebut. Adapun kriteria
dan
kebijakan yang umumnya dipergunakan dalam penyusunan spesifikasi
SIRS adalah sebagai berikut:
a. SIRS harus dapat berperan sebagai subsistem dari Sistem
Kesehatan
Nasional dalam memberikan informasi yang relevan, akurat dan tepat
waktu.
b. SIRS harus mampu mengaitkan dan mengintegrasikan seluruh arus
informasi dalam jajaran Rumah Sakit dalam suatu sistem yang
terpadu.
c. SIRS dapat menunjang proses pengambilan keputusan dalam proses
perencanaan maupun pengambilan keputusan operasional pada
berbagai tingkatan.
d. SIRS yang dikembangkan harus dapat meningkatkan daya-guna dan
hasil-guna terhadap usaha-usaha pengembangan sistem informasi
rumah sakit yang telah ada maupun yang sedang dikembangkan.
e. SIRS yang dikembangkan harus mempunyai kemampuan beradaptasi
terhadap perubahan dan perkembangan dimasa datang.
i. SIRS yang dikembangkan harus mudah dipergunakan oleh petugas,
bahkan bagi petugas yang awam sekalipun terhadap teknologi
komputer (user friendly).
j. SIRS yang dikembangkan sedapat mungkin menekan seminimal
mungkin perubahan, karena keterbatasan kemampuan pengguna SIRS
di Indonesia, untuk melakukan adaptasi dengan sistem yang baru.
Sistem Informasi Rumah
Sakit yang berbasis komputer (Computer Based
Hospital Information System)
memang sangat diperlukan untuk sebuah rumah
sakit dalam era globalisasi, namun untuk membangun sistem
informasi yang
terpadu memerlukan tenaga dan biaya yang cukup besar. Kebutuhan
akan
tenaga dan biaya yang besar tidak hanya dalam pengembangannya,
namun
juga dalam pemeliharaan SIRS maupun dalam melakukan migrasi dari
sistem
yang lama pada sistem yang baru. Selama manajemen rumah sakit
belum
menganggap bahwa informasi adalah merupakan aset dari rumah sakit
tersebut, maka kebutuhan biaya dan tenaga tersebut diatas
dirasakan sebagai
beban yang berat, bukan sebagai konsekuensi dari adanya kebutuhan
akan
informasi. Kalau informasi telah menjadi aset rumah sakit, maka
beban biaya
untuk pengembangan, pemeliharaan maupun migrasi SIRS sudah
selayaknya
masuk dalam kalkulasi biaya layanan kesehatan yang dapat diberikan
oleh
rumah sakit itu.
Perlu disadari sepenuhnya, bahwa penggunaan teknologi informasi
dapat
menyebabkan ketergantungan, dalam arti sekali mengimplementasikan
dan
mengoperasionalkan SIRS, maka rumah sakit tersebut selamanya
terpaksa
harus menggunakan teknologi informasi.
Perangkat lunak SIRS siap pakai yang tersedia di pasaran pada saat
ini
sebagian besar adalah perangkat lunak SIRS yang hanya mengelola
sebagian
sistem atau beberapa subsistem dari SIRS. Untuk dapat memilih
perangkat
lunak SIRS siap pakai dan perangkat keras yang akan digunakan,
maka rumah
sakit tersebut harus sudah memiliki rancang bangun (desain) SIRS
yang sesuai
dengan kondisi dan situasi rumah
Tujuan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
Melalui hasil pengembangan
sistem informasi diatas, maka diharapkan
dapat menghasilkan hal-hal sebagai berikut:
1. Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai
dengan
standar yang ditentukan oleh pemerintah daerah.
2. Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan
akan
bersifat interoperable dengan jaringan lain.
3. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan
mensosialisasikan dan
mendorong pengembangan dan penggunaan Local Area Network di
dalam
kluster unit pelayanan kesehatan
baik pemerintah dan swasta sebagai
komponen sistem di masa depan.
4. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan
kemampuan dalam teknologi informasi video, suara, dan data
nirkabel
universal di dalam Wide Area Network yang efektif, homogen
dan efisien
sebagai bagian dari jaringan sistem informasi pemerintah daerah.
5. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan,
mengembangkan dan memelihara pusat penyimpanan data dan informasi
yang menyimpan direktori materi teknologi informasi yang
komprehensif.
6. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara
proaktif mencari,
menanalisis, memahami, menyebarluaskan dan mempertukarkan secara
elektronis data/informasi bagi seluruh stakeholders
7. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan
website
dan access point lain agar data kesehatan dan kedokteran dapat
dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab dan dalam rangka
memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna
dapatdicapai sebaik-baiknya
8. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan
pengembangan manajemen SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen,
penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian pekerjaan,
penggajian
dan pengembangan karir.
9. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan
unit
organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat
yang
berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi
kesehatan
dan kedokteran.
10. Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk,
pelayanan
organisasi, untuk mendukung agar organisasi dapat meraih
keunggulan
kompetitif.
11. Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.
Ruang Lingkup Sistem
Informasi Kesehatan
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup
pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien (front
office
management). Lingkup
ini antara lain sebagai berikut:
1. Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk
memudahkan
pengidentifikasian maupun pembuatan statistik dari pasien masuk
sampai
keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama,
pendaftaran
rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.
2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti:
penyakit
dalam, bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa,
THT, mata,
gigi dan mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru,
umum,
UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat
diagnosa
dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam
medis pasien.
3. Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap
pasien,
konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.
4. Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi
pemeriksaan
seperti: ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan
lain-lain.
5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran
untuk
rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis (laboratorium,
radiologi,
rehab medik), baik secara langsung maupun melalui jaminan dari
pihak
ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat transaksi harian
pasien
(laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen
deposit dan lain-lain.
6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori
dan
transaksi obat-obatan. Melalui lingkup manajemen pasien tersebut
dapat diperoleh laporan-laporan mengenai:
1.
Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan
tahunan),
2.
Penerimaan kasir secara periodik,
3.
Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien,
4.
Rekam medis pasien,
5.
Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1),
6.
Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a),
7.
Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b),
8.
Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1),
9.
Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1),
10.
Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,
11.
Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik,
12.
Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
13.
Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.
Untuk memudahkan penyajian informasi tersebut, maka
laporan-laporan
tersebut dapat diekspor ke berbagai macam format antara lain:
1. Comma separated value (CSF),
2. Data Interchange Format (DIF),
3. Excel (XLS versi 2.1, 3.0, 4.0, 5.0, dan 5.0 tabular),
4. HTML 3.0 (draft standard), 3.2 (extended & standard),
5. Lotus 1-2-3 (WK1, WK3, WK5),
6. ODBC,
7. Rich Text Format (RTF),
8. ext,
9. Word for Windows Document
KESIMPULAN
Dari ruang lingkup kesehatan, begitu banyak pembahasan dan
pengaplikasian Sistem Informasi dan Teknologi untuk membangun atau membuat
suatu sarana kesehatan demikian pula
dalam dunia kebidanan, untuk membuat RS bersalin, poliklinik bidan,
posyandu,puskesmas dll, kita dapat memanfaatkan Sistem Informasi dan Teknologi
yang ada demi membangun Sarana kesehatan yang berkualitas dibidang KEBIDANAN.
DAFTAR PUSTAKA
o http://www.dinkes-dki.go.id/sik.htm
o http://www.depkes.go.id
o http://www.dinkesjatim.go.id
o http://www.desentralisasi-kesehatan.net
o http://www.sikonline.net/index.php?option=content&task=view&id=17
o http://www.med.usf.edu/CLASS/his.htm
o http://www.hsc.usf.edu/CLASS/his.htm
http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar