METODE KELAHIRAN LOTUS BIRTH
MANFAAT DAN DAMPAK KERUGIANNYA
sumber gambar: wikipedia. Lotus Birth dan water birth
Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta atau ari-ari. Sedangkan bila melahirkan dengan metode lotus birth, tali pusar tidak akan diklem sehingga masih ada hubungan antara plasenta dan bayi. Plasenta dibiarkan terhubung dengan bayi hingga akhirnya kering dan puput (terlepas) dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Kelebihan cairan yang keluar dari plasenta, yang kemudian ditempatkan dalam sebuah mangkuk terbuka atau dibungkus kain permeabel dan disimpan di dekat bayi yang baru lahir. Air dialirkan di sekitar plasenta untuk mengeringkannya, dan untuk menghindari berbau busuk yang terjadi
Biasanya untuk menghilangkan bau, plasenta yang sudah ditempatkan di dalam baskom atau mangkok besar dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian seperti lavender herbal, bubuk, seperti goldenseal atau neem. Pemberian tersebut diharapkan untuk mempercepat pengeringan, untuk menetralkan bau dekomposisi, dan sifat antibakteri. Melahirkan dengan metode ini dipercaya dapat mencegah bayi kekurangan zat besi dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi, karena diklaim darah yang masih mengalir dari plasenta dapat memberikan tambahan oksigen, makanan dan antibodi untuk si bayi.
Budaya Lotus Birth sudah lama dilakukan di Tibet dan Zen Buddhisme untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien-hua Sen). Kepercayaan ini menganalogkan mereka masuk ke dunia secara utuh sebagai anak-anak kudus. Referensi untuk kelahiran itu juga ditemukan dalam Hinduisme termasuk di daerah Bali atau suku Aborigin seperti kung, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.
Perintis awal Amerika, dalam buku harian yang ditulis dan surat, dilaporkan berlatih nonseverance dari umbilikus sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi bayi dari infeksi luka terbuka.
Praktek kesehatan ini pertama kali di dunia Barat dipopulerkan oleh Jeannine Parvati Baker, penulis buku pertama tentang yoga prenatal di prenatal yoga in the West, Prenatal Yoga & Natural Childbirth. BNuku itu menggambarkan pengalaman persalinannya sendiri sebanyak dua kali. Proses persalinan tersebut diilhami nilai yoga ahimsa serta yoga pengajaran inti yang melekat dalam proses ikatan primal
Referensi:
- Buckley MD., Sarah. Gentle Birth, Gentle Mothering,
Australia, 2006
- Davies, Leap, McDonald. Examination of the Newborn & Neonatal
Health: A Multidimensional Approach, Elsevier Health Sciences,
2008.
- Lim, Robin. After
the Baby’s Birth: A Complete Guide for Postpartum Women, Ten
Speed Press, U.S. 2001
- Rachana, Shivam. Lotus Birth, Greenwood Press,
Australia, 2000
- Parvati Baker, Jeannine. Prenatal Yoga & Natural Childbirth,
North Atlantic Books, U.S., 2001
- World Health Organization (WHO). Care in normal birth: A practical guide,
report of a technical working group, Geneva, Switzerland, 1997
- Ola Andersson, Lena Hellström-Westas, Dan
Andersson, Magnus Domellöf. Effect of delayed versus early umbilical cord
clamping on neonatal outcomes and iron status at 4 months: a randomised
controlled trial. BMJ, 2011; DOI:
10.1136/bmj.d7157
- Patrick van Rheenen. Delayed cord
clamping and improved infant outcomes. BMJ,
2011; DOI: 10.1136/bmj.d7127
- McDonald SJ, Middleton P. “Effect of
timing of umbilical cord clamping of term infants on maternal and neonatal
outcomes (Review).” Cochrane Database of Systematic Reviews 2008, Issue 2.
- Wikipedia dan berbagai sumber lainnya
- Sumber gambar: wikipedia. Lotus Birth dan
water birth
DAFTAR PUSTAKA
- http://childrengrowup.wordpress.com
- http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&ved=0CEkQFjAE&url=http%3A%2F%2Fgrowupclinic.com%2F2012%2F10%2F08%2Fmetode-kelahiran-lotus-birth-manfaat-dan-dampak-kerugiannya%2F&ei=P0QVU7agE4iErAeo94HIBg&usg=AFQjCNHqXig0boLW-1YrSu2gnqF7TojApw&sig2=puICtzYXFK3lg5fhrgIDIQ&bvm=bv.62286460,d.bmk


Tidak ada komentar:
Posting Komentar