Selasa, 11 Maret 2014

ISSU TERKINI DUNIA KEBIDANAN

ISSU TERKINI DUNIA KEBIDANAN

METODE KELAHIRAN LOTUS BIRTH

MANFAAT DAN DAMPAK KERUGIANNYA



Lotus birth adalah proses melahirkan bayi dengan tetap membiarkan tali pusat terhubung dengan plasenta selama beberapa hari. Jadi tali pusat dan plasenta yang menempel di pusar bayi tidak langsung dipotong usai ibu bersalin namun dibiarkan mengering sendiri dan lalu terputus sendiri biasanya sampai 3 hari. Melahirkan dengan metode lotus birth mulai di lirik ibu-ibu hamil karena dianggap lebih alami dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi. Namun secara ilmu kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversi karena belum terbukti secara ilmiah. Kelahiran Lotus jarang dipraktekkan di rumah sakit, tetapi lebih sering terjadi di pusat-pusat kelahiran dan kelahiran di rumah. Namun di dunia  kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversial dan belum ada penelitiannya secara ilmiah. Metode lotus birth dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, nutrisi dan antibodi.
Metode lotus birth diyakini dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi. Plasenta bisa memproduksi antibodi hanya bila masih berada di dalam tubuh ibu. Secara medis metode ini belum terbukti secara ilmiah manfaatnya dan kurang bisa dipertanggungjawabkan. Metode ini belum dapat diterima secara medis dan belum bisa dipraktikkan di rumah sakit. Terlebih belum ada penelitian yang membuktikannya aman untuk ibu dan bayi
sumber gambar: wikipedia. Lotus Birth dan water birth

Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta atau ari-ari. Sedangkan bila melahirkan dengan metode lotus birth, tali pusar tidak akan diklem sehingga masih ada hubungan antara plasenta dan bayi. Plasenta dibiarkan terhubung dengan bayi hingga akhirnya kering dan puput (terlepas) dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Kelebihan cairan yang keluar dari plasenta, yang kemudian ditempatkan dalam sebuah mangkuk terbuka atau dibungkus kain permeabel dan disimpan di dekat bayi yang baru lahir. Air dialirkan di sekitar plasenta untuk mengeringkannya, dan untuk menghindari berbau busuk yang terjadi
Biasanya untuk menghilangkan bau, plasenta yang sudah ditempatkan di dalam baskom atau mangkok besar dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian seperti lavender herbal, bubuk, seperti goldenseal atau neem. Pemberian tersebut diharapkan untuk mempercepat pengeringan, untuk menetralkan bau dekomposisi, dan sifat antibakteri. Melahirkan dengan metode ini dipercaya dapat mencegah bayi kekurangan zat besi dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi, karena diklaim darah yang masih mengalir dari plasenta dapat memberikan tambahan oksigen, makanan dan antibodi untuk si bayi.
Budaya Lotus Birth sudah lama dilakukan di  Tibet dan Zen Buddhisme untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien-hua Sen). Kepercayaan ini menganalogkan mereka masuk ke dunia secara utuh sebagai anak-anak kudus. Referensi untuk kelahiran itu juga  ditemukan dalam Hinduisme termasuk di daerah Bali atau suku Aborigin seperti kung, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.
Perintis awal Amerika, dalam buku harian yang ditulis dan surat, dilaporkan berlatih nonseverance dari umbilikus sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi bayi dari infeksi luka terbuka.
Praktek kesehatan ini pertama kali di dunia Barat dipopulerkan oleh  Jeannine Parvati Baker, penulis buku pertama tentang yoga prenatal di prenatal yoga in the West, Prenatal Yoga & Natural Childbirth. BNuku itu menggambarkan pengalaman persalinannya sendiri sebanyak dua kali. Proses persalinan tersebut diilhami nilai yoga ahimsa serta yoga pengajaran inti yang melekat dalam proses ikatan primal
Pada 1990-an, Sarah Buckley MD, seorang dokter keluarga Australia melaporkan pengasuhan untuk majalah Mothering, menerbitkan kisah-kisah kelahiran pribadinya dalam Lahir teks Lotus, dia telah menghasilkan banyak publikasi ilmiah penelitiannya tentang manfaat fisiologis manajemen pasif ketiga tahap persalinan

Referensi:
  • Buckley MD., Sarah. Gentle Birth, Gentle Mothering, Australia, 2006
  • Davies, Leap, McDonald. Examination of the Newborn & Neonatal Health: A Multidimensional Approach, Elsevier Health Sciences, 2008.
  • Lim, Robin. After the Baby’s Birth: A Complete Guide for Postpartum Women, Ten Speed Press, U.S. 2001
  • Rachana, Shivam. Lotus Birth, Greenwood Press, Australia, 2000
  • Parvati Baker, Jeannine. Prenatal Yoga & Natural Childbirth, North Atlantic Books, U.S., 2001
  • World Health Organization (WHO). Care in normal birth: A practical guide, report of a technical working group, Geneva, Switzerland, 1997
  • Ola Andersson, Lena Hellström-Westas, Dan Andersson, Magnus Domellöf. Effect of delayed versus early umbilical cord clamping on neonatal outcomes and iron status at 4 months: a randomised controlled trial. BMJ, 2011; DOI: 10.1136/bmj.d7157
  • Patrick van Rheenen. Delayed cord clamping and improved infant outcomes. BMJ, 2011; DOI: 10.1136/bmj.d7127
  • McDonald SJ, Middleton P. “Effect of timing of umbilical cord clamping of term infants on maternal and neonatal outcomes (Review).” Cochrane Database of Systematic Reviews 2008, Issue 2.
  • Wikipedia dan berbagai sumber lainnya
  • Sumber gambar: wikipedia. Lotus Birth dan water birth



DAFTAR PUSTAKA


  • http://childrengrowup.wordpress.com
  • http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&ved=0CEkQFjAE&url=http%3A%2F%2Fgrowupclinic.com%2F2012%2F10%2F08%2Fmetode-kelahiran-lotus-birth-manfaat-dan-dampak-kerugiannya%2F&ei=P0QVU7agE4iErAeo94HIBg&usg=AFQjCNHqXig0boLW-1YrSu2gnqF7TojApw&sig2=puICtzYXFK3lg5fhrgIDIQ&bvm=bv.62286460,d.bmk 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar