Rabu, 19 Maret 2014
KASUS IT DALAM KEBIDANAN
Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan pada Sistem
Informasi Rumah
Sakit
Sistem informasi rumah sakit tidak dapat lepas kaitannya dengan
sistem
informasi kesehatan karena sistem ini merupakan aplikasi dari
sistem
informasi kesehatan itu sendiri. Untuk itu, perlu kita mengetahui
sedikit
tentang sistem informasi rumah sakit yang ada di Indonesia, mulai
dari
rancang bangun (desain) sistem informasi rumah sakit hingga
pengembangannya.
1. Rancang Bangun (desain) Sistem Informasi Rumah Sakit
Rancang
Bangun Rumah Sakit (SIRS), sangat bergantung kepada jenis dari rumah sakit
tersebut. Namun yg kita bahas adalah
bahwa untuk merancang bangunan rumah sakit atau desainnya butuh sebuah
teknologi yg cukup baik untuk mendesain sebuah Rancang Bangunan tersebut.
Maka itu dibutuhkan software sebagai penunjang atau
Pelaksana rancangan tersebut, contohnya:
- Microstation,
- SketchUP
- Revit Architecture
- Softplan
2. Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit
Dalam melakukan pengembangan SIRS, pengembang haruslah
bertumpu dalam 2 hal penting yaitu “kriteria dan kebijakan
pengembangan
SIRS” dan “sasaran pengembangan SIRS” tersebut. Adapun kriteria
dan
kebijakan yang umumnya dipergunakan dalam penyusunan spesifikasi
SIRS adalah sebagai berikut:
a. SIRS harus dapat berperan sebagai subsistem dari Sistem
Kesehatan
Nasional dalam memberikan informasi yang relevan, akurat dan tepat
waktu.
b. SIRS harus mampu mengaitkan dan mengintegrasikan seluruh arus
informasi dalam jajaran Rumah Sakit dalam suatu sistem yang
terpadu.
c. SIRS dapat menunjang proses pengambilan keputusan dalam proses
perencanaan maupun pengambilan keputusan operasional pada
berbagai tingkatan.
d. SIRS yang dikembangkan harus dapat meningkatkan daya-guna dan
hasil-guna terhadap usaha-usaha pengembangan sistem informasi
rumah sakit yang telah ada maupun yang sedang dikembangkan.
e. SIRS yang dikembangkan harus mempunyai kemampuan beradaptasi
terhadap perubahan dan perkembangan dimasa datang.
i. SIRS yang dikembangkan harus mudah dipergunakan oleh petugas,
bahkan bagi petugas yang awam sekalipun terhadap teknologi
komputer (user friendly).
j. SIRS yang dikembangkan sedapat mungkin menekan seminimal
mungkin perubahan, karena keterbatasan kemampuan pengguna SIRS
di Indonesia, untuk melakukan adaptasi dengan sistem yang baru.
Sistem Informasi Rumah
Sakit yang berbasis komputer (Computer Based
Hospital Information System)
memang sangat diperlukan untuk sebuah rumah
sakit dalam era globalisasi, namun untuk membangun sistem
informasi yang
terpadu memerlukan tenaga dan biaya yang cukup besar. Kebutuhan
akan
tenaga dan biaya yang besar tidak hanya dalam pengembangannya,
namun
juga dalam pemeliharaan SIRS maupun dalam melakukan migrasi dari
sistem
yang lama pada sistem yang baru. Selama manajemen rumah sakit
belum
menganggap bahwa informasi adalah merupakan aset dari rumah sakit
tersebut, maka kebutuhan biaya dan tenaga tersebut diatas
dirasakan sebagai
beban yang berat, bukan sebagai konsekuensi dari adanya kebutuhan
akan
informasi. Kalau informasi telah menjadi aset rumah sakit, maka
beban biaya
untuk pengembangan, pemeliharaan maupun migrasi SIRS sudah
selayaknya
masuk dalam kalkulasi biaya layanan kesehatan yang dapat diberikan
oleh
rumah sakit itu.
Perlu disadari sepenuhnya, bahwa penggunaan teknologi informasi
dapat
menyebabkan ketergantungan, dalam arti sekali mengimplementasikan
dan
mengoperasionalkan SIRS, maka rumah sakit tersebut selamanya
terpaksa
harus menggunakan teknologi informasi.
Perangkat lunak SIRS siap pakai yang tersedia di pasaran pada saat
ini
sebagian besar adalah perangkat lunak SIRS yang hanya mengelola
sebagian
sistem atau beberapa subsistem dari SIRS. Untuk dapat memilih
perangkat
lunak SIRS siap pakai dan perangkat keras yang akan digunakan,
maka rumah
sakit tersebut harus sudah memiliki rancang bangun (desain) SIRS
yang sesuai
dengan kondisi dan situasi rumah
Tujuan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
Melalui hasil pengembangan
sistem informasi diatas, maka diharapkan
dapat menghasilkan hal-hal sebagai berikut:
1. Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai
dengan
standar yang ditentukan oleh pemerintah daerah.
2. Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan
akan
bersifat interoperable dengan jaringan lain.
3. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan
mensosialisasikan dan
mendorong pengembangan dan penggunaan Local Area Network di
dalam
kluster unit pelayanan kesehatan
baik pemerintah dan swasta sebagai
komponen sistem di masa depan.
4. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan
kemampuan dalam teknologi informasi video, suara, dan data
nirkabel
universal di dalam Wide Area Network yang efektif, homogen
dan efisien
sebagai bagian dari jaringan sistem informasi pemerintah daerah.
5. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan,
mengembangkan dan memelihara pusat penyimpanan data dan informasi
yang menyimpan direktori materi teknologi informasi yang
komprehensif.
6. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara
proaktif mencari,
menanalisis, memahami, menyebarluaskan dan mempertukarkan secara
elektronis data/informasi bagi seluruh stakeholders
7. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan
website
dan access point lain agar data kesehatan dan kedokteran dapat
dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab dan dalam rangka
memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna
dapatdicapai sebaik-baiknya
8. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan
pengembangan manajemen SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen,
penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian pekerjaan,
penggajian
dan pengembangan karir.
9. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan
unit
organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat
yang
berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi
kesehatan
dan kedokteran.
10. Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk,
pelayanan
organisasi, untuk mendukung agar organisasi dapat meraih
keunggulan
kompetitif.
11. Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.
Ruang Lingkup Sistem
Informasi Kesehatan
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup
pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien (front
office
management). Lingkup
ini antara lain sebagai berikut:
1. Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk
memudahkan
pengidentifikasian maupun pembuatan statistik dari pasien masuk
sampai
keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama,
pendaftaran
rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.
2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti:
penyakit
dalam, bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa,
THT, mata,
gigi dan mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru,
umum,
UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat
diagnosa
dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam
medis pasien.
3. Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap
pasien,
konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.
4. Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi
pemeriksaan
seperti: ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan
lain-lain.
5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran
untuk
rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis (laboratorium,
radiologi,
rehab medik), baik secara langsung maupun melalui jaminan dari
pihak
ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat transaksi harian
pasien
(laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen
deposit dan lain-lain.
6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori
dan
transaksi obat-obatan. Melalui lingkup manajemen pasien tersebut
dapat diperoleh laporan-laporan mengenai:
1.
Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan
tahunan),
2.
Penerimaan kasir secara periodik,
3.
Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien,
4.
Rekam medis pasien,
5.
Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1),
6.
Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a),
7.
Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b),
8.
Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1),
9.
Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1),
10.
Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,
11.
Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik,
12.
Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
13.
Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.
Untuk memudahkan penyajian informasi tersebut, maka
laporan-laporan
tersebut dapat diekspor ke berbagai macam format antara lain:
1. Comma separated value (CSF),
2. Data Interchange Format (DIF),
3. Excel (XLS versi 2.1, 3.0, 4.0, 5.0, dan 5.0 tabular),
4. HTML 3.0 (draft standard), 3.2 (extended & standard),
5. Lotus 1-2-3 (WK1, WK3, WK5),
6. ODBC,
7. Rich Text Format (RTF),
8. ext,
9. Word for Windows Document
KESIMPULAN
Dari ruang lingkup kesehatan, begitu banyak pembahasan dan
pengaplikasian Sistem Informasi dan Teknologi untuk membangun atau membuat
suatu sarana kesehatan demikian pula
dalam dunia kebidanan, untuk membuat RS bersalin, poliklinik bidan,
posyandu,puskesmas dll, kita dapat memanfaatkan Sistem Informasi dan Teknologi
yang ada demi membangun Sarana kesehatan yang berkualitas dibidang KEBIDANAN.
DAFTAR PUSTAKA
o http://www.dinkes-dki.go.id/sik.htm
o http://www.depkes.go.id
o http://www.dinkesjatim.go.id
o http://www.desentralisasi-kesehatan.net
o http://www.sikonline.net/index.php?option=content&task=view&id=17
o http://www.med.usf.edu/CLASS/his.htm
o http://www.hsc.usf.edu/CLASS/his.htm
http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
Selasa, 11 Maret 2014
BEBERAPA MITOS KEHAMILAN & FAKTA
BEBERAPA MITOS KEHAMILAN &
FAKTA
Waktu kita hamil, kadang beberapa mitos / cerita dari orang lain
datang untuk membuat wanita hamil menjadi khawatir untuk melakukan sesuatu.
Biasanya ini terjadi pada kehamilan anak pertama. Menjaga kehamilan kita sangat
penting, namun tidak setiap mitos harus membuat kita berhenti melakukan apa-apa.
Tidak boleh memotong atau menjahit baju.
Mitos: Tidak boleh memotong atau menjahit baju selama kehamilan atau anak akan lahir dengan bibir sumbing.
Fakta: Bibir sumbing biasanya karena pengaruh obat-obatan yang diminum ibu saat hamil, efek radiasi atau factor genetic. Oleh karenanya x-ray tidak dilakukan selama kehamilan kecuali atas indikasi tertentu. -
Minuman dari kacang kedeai (susu kacang) akan membuat kulit bayi bewarna putih. Mitos: minum susu kacang atau makanan dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih.
Fakta: warna kulit seseorang dipengaruhi oleh factor genetic ayah – ibunya, bukan dari susu kedelai. -
Jeruk akan meningkatkan lendir pada bayi dan resiko kuning pada bayi baru lahir. Mitos: Jangan makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan resiko kuning saat bayi lahir.
Fakta: Jeruk adalah sumber vitamin C dan serat yang baik.
Minum air es akan menyebabkan bayi besar.
Mitos: Sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir. Fakta: Bayi besar biasanya berhubungan dengan ibu hamil yang mempunyai penyakit kencing manis. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.
Makanan pedas akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau berkulit lebih gelap.
Mitos: Makan makanan pedas saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau bayi akan berkulit lebih gelap/hitam. Fakta: Sekali lagi warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi factor genetic dari orang tuanya.
Fakta: makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak diperut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit.
Mitos: Bila denyut jantung bayi cepat, berarti bayinya perempuan Salah. Di dalam kandungan, sama sekali tak ada bedanya; antara perempuan dan laki-laki. Kecepatan denyut janin ditentukan oleh usia janin. Sekitar lima minggu kehamilan, denyut jantung janin mendekati denyut jantung ibu, dan akan bertambah cepat sampai minggu kesembilan. Lalu akan menurun pada pertengahan kehamilan. Kondisi ini terjadi pada semua janin.
Mitos: Puting payudara berwarna gelap saat hamil, berarti bayi laki-laki. Salah. Perubahan warna puting susu sama sekali tak berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna tersebut disebabkan peningkatan progesteron dan melanocyte, hormon yang mengatur pigmentasi kulit. Puting susu, bercak kelahiran, tahi lalat, atau tanda-tanda lain dapat menjadi lebih gelap warnanya selama hamil. Warna itu akan memudar setelah melahirkan.
Mitos: Bila kandungan berat ke bawah berarti laki-laki, ke atas perempuan. Salah. Bila kandungan ke atas, berarti kehamilan pertama dan tubuh ibu masih bagus. Otot perut cenderung semakin elastis pada setiap kehamilan. Jadi, bila bkan kehamilan pertama, perut cenderung semakin turun.
Mitos: Minum air es membuat tubuh bayi besar sehingga akan sulit dilahirkan Salah. Air es tidak menyebabkan kesulitan lahir bayi. Unsur yang membuat janin membesar adalah gula atau sirup yang biasanya diminum bersama air es.
Mitos: Ingin melahirkan normal, jangan berlaku kasar pada hewan Salah. Hingga kini tak ada bukti medis tentang pantangan ini. Namun dalam kondisi apapun kita tidak disarankan bersikap kasar pada hewan, jika tidak dirugikan.
Mitos: Ibu hamil sering bermimpi Benar. Menurut para ahli, mimpi adalah perwujudan perasaan seseorang. Mimpi yang sering dialami oleh ibu hamil biasanya perwujudan dari rasa penasaran karena ia proses persalinan dan wujud bayinya kelak.
Mitos: Janin akan tumbuh lebih besar dan sehat jika ibu makan banyak Salah. Hal penting saat hamil, adalah ibu makan secukupnya, dan tidak terlalu gemuk. Kegemukan saat hamil, rentan menyebabkan diabetes gestational (diabetes selama kehamilan), dan proses persalinan yang sulit.
Mitos: Minum air kelapa akan menghaluskan kulit bayi. Sedangkan jika sering mengonsumsi kedelai maka kulit bayi akan putih. Salah. Kulit bayi yang putih serta halus tergantung faktor genetis. Bila tak ada anggota keluarga yang berkulit putih, maka mustahil bayi akan berkulit putih.
Mitos: Minum rebusan air kacang hijau membuat rambut bayi tebal Salah. Kondisi rambut serta jenis rambut ditentukan olef faktor genetik, jadi tak ada hubungannya dengan air rebusan kacang hijau.
Mitos: Menyematkan benda tajam pada baju atau bangle (semacam jahe) akan melindungi janin dari ‘gangguan’ supranatural Salah. Satu-satunya gangguan yang bisa menyerang si kecil saat masih dalam perut adalah gangguan kesehatan. Ibu hamil disarankan banyak berdoa dan hidup sehat agar bayi yang akan dilahirkan selalu dalam kondisi baik dan sehat.
Mitos: USG berbahaya jika dilakukan setiap kali periksa kehamilan Salah. Sejak pertama kali ditemukan, pemeriksaan USG tidak mengakibatkan gangguan pada ibu dan janin. USG sangat aman karena menggunakan gelombang suara 20.000 hertz dan dipakai secara menyebar.
Tidak boleh memotong atau menjahit baju.
Mitos: Tidak boleh memotong atau menjahit baju selama kehamilan atau anak akan lahir dengan bibir sumbing.
Fakta: Bibir sumbing biasanya karena pengaruh obat-obatan yang diminum ibu saat hamil, efek radiasi atau factor genetic. Oleh karenanya x-ray tidak dilakukan selama kehamilan kecuali atas indikasi tertentu. -
Minuman dari kacang kedeai (susu kacang) akan membuat kulit bayi bewarna putih. Mitos: minum susu kacang atau makanan dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih.
Fakta: warna kulit seseorang dipengaruhi oleh factor genetic ayah – ibunya, bukan dari susu kedelai. -
Jeruk akan meningkatkan lendir pada bayi dan resiko kuning pada bayi baru lahir. Mitos: Jangan makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan resiko kuning saat bayi lahir.
Fakta: Jeruk adalah sumber vitamin C dan serat yang baik.
Minum air es akan menyebabkan bayi besar.
Mitos: Sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir. Fakta: Bayi besar biasanya berhubungan dengan ibu hamil yang mempunyai penyakit kencing manis. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.
Makanan pedas akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau berkulit lebih gelap.
Mitos: Makan makanan pedas saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau bayi akan berkulit lebih gelap/hitam. Fakta: Sekali lagi warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi factor genetic dari orang tuanya.
Fakta: makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak diperut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit.
Mitos: Bila denyut jantung bayi cepat, berarti bayinya perempuan Salah. Di dalam kandungan, sama sekali tak ada bedanya; antara perempuan dan laki-laki. Kecepatan denyut janin ditentukan oleh usia janin. Sekitar lima minggu kehamilan, denyut jantung janin mendekati denyut jantung ibu, dan akan bertambah cepat sampai minggu kesembilan. Lalu akan menurun pada pertengahan kehamilan. Kondisi ini terjadi pada semua janin.
Mitos: Puting payudara berwarna gelap saat hamil, berarti bayi laki-laki. Salah. Perubahan warna puting susu sama sekali tak berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna tersebut disebabkan peningkatan progesteron dan melanocyte, hormon yang mengatur pigmentasi kulit. Puting susu, bercak kelahiran, tahi lalat, atau tanda-tanda lain dapat menjadi lebih gelap warnanya selama hamil. Warna itu akan memudar setelah melahirkan.
Mitos: Bila kandungan berat ke bawah berarti laki-laki, ke atas perempuan. Salah. Bila kandungan ke atas, berarti kehamilan pertama dan tubuh ibu masih bagus. Otot perut cenderung semakin elastis pada setiap kehamilan. Jadi, bila bkan kehamilan pertama, perut cenderung semakin turun.
Mitos: Minum air es membuat tubuh bayi besar sehingga akan sulit dilahirkan Salah. Air es tidak menyebabkan kesulitan lahir bayi. Unsur yang membuat janin membesar adalah gula atau sirup yang biasanya diminum bersama air es.
Mitos: Ingin melahirkan normal, jangan berlaku kasar pada hewan Salah. Hingga kini tak ada bukti medis tentang pantangan ini. Namun dalam kondisi apapun kita tidak disarankan bersikap kasar pada hewan, jika tidak dirugikan.
Mitos: Ibu hamil sering bermimpi Benar. Menurut para ahli, mimpi adalah perwujudan perasaan seseorang. Mimpi yang sering dialami oleh ibu hamil biasanya perwujudan dari rasa penasaran karena ia proses persalinan dan wujud bayinya kelak.
Mitos: Janin akan tumbuh lebih besar dan sehat jika ibu makan banyak Salah. Hal penting saat hamil, adalah ibu makan secukupnya, dan tidak terlalu gemuk. Kegemukan saat hamil, rentan menyebabkan diabetes gestational (diabetes selama kehamilan), dan proses persalinan yang sulit.
Mitos: Minum air kelapa akan menghaluskan kulit bayi. Sedangkan jika sering mengonsumsi kedelai maka kulit bayi akan putih. Salah. Kulit bayi yang putih serta halus tergantung faktor genetis. Bila tak ada anggota keluarga yang berkulit putih, maka mustahil bayi akan berkulit putih.
Mitos: Minum rebusan air kacang hijau membuat rambut bayi tebal Salah. Kondisi rambut serta jenis rambut ditentukan olef faktor genetik, jadi tak ada hubungannya dengan air rebusan kacang hijau.
Mitos: Menyematkan benda tajam pada baju atau bangle (semacam jahe) akan melindungi janin dari ‘gangguan’ supranatural Salah. Satu-satunya gangguan yang bisa menyerang si kecil saat masih dalam perut adalah gangguan kesehatan. Ibu hamil disarankan banyak berdoa dan hidup sehat agar bayi yang akan dilahirkan selalu dalam kondisi baik dan sehat.
Mitos: USG berbahaya jika dilakukan setiap kali periksa kehamilan Salah. Sejak pertama kali ditemukan, pemeriksaan USG tidak mengakibatkan gangguan pada ibu dan janin. USG sangat aman karena menggunakan gelombang suara 20.000 hertz dan dipakai secara menyebar.
ISSU TERKINI DUNIA KEBIDANAN
METODE KELAHIRAN LOTUS BIRTH
MANFAAT DAN DAMPAK KERUGIANNYA
sumber gambar: wikipedia. Lotus Birth dan water birth
Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta atau ari-ari. Sedangkan bila melahirkan dengan metode lotus birth, tali pusar tidak akan diklem sehingga masih ada hubungan antara plasenta dan bayi. Plasenta dibiarkan terhubung dengan bayi hingga akhirnya kering dan puput (terlepas) dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Kelebihan cairan yang keluar dari plasenta, yang kemudian ditempatkan dalam sebuah mangkuk terbuka atau dibungkus kain permeabel dan disimpan di dekat bayi yang baru lahir. Air dialirkan di sekitar plasenta untuk mengeringkannya, dan untuk menghindari berbau busuk yang terjadi
Biasanya untuk menghilangkan bau, plasenta yang sudah ditempatkan di dalam baskom atau mangkok besar dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian seperti lavender herbal, bubuk, seperti goldenseal atau neem. Pemberian tersebut diharapkan untuk mempercepat pengeringan, untuk menetralkan bau dekomposisi, dan sifat antibakteri. Melahirkan dengan metode ini dipercaya dapat mencegah bayi kekurangan zat besi dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi, karena diklaim darah yang masih mengalir dari plasenta dapat memberikan tambahan oksigen, makanan dan antibodi untuk si bayi.
Budaya Lotus Birth sudah lama dilakukan di Tibet dan Zen Buddhisme untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien-hua Sen). Kepercayaan ini menganalogkan mereka masuk ke dunia secara utuh sebagai anak-anak kudus. Referensi untuk kelahiran itu juga ditemukan dalam Hinduisme termasuk di daerah Bali atau suku Aborigin seperti kung, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.
Perintis awal Amerika, dalam buku harian yang ditulis dan surat, dilaporkan berlatih nonseverance dari umbilikus sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi bayi dari infeksi luka terbuka.
Praktek kesehatan ini pertama kali di dunia Barat dipopulerkan oleh Jeannine Parvati Baker, penulis buku pertama tentang yoga prenatal di prenatal yoga in the West, Prenatal Yoga & Natural Childbirth. BNuku itu menggambarkan pengalaman persalinannya sendiri sebanyak dua kali. Proses persalinan tersebut diilhami nilai yoga ahimsa serta yoga pengajaran inti yang melekat dalam proses ikatan primal
Referensi:
- Buckley MD., Sarah. Gentle Birth, Gentle Mothering,
Australia, 2006
- Davies, Leap, McDonald. Examination of the Newborn & Neonatal
Health: A Multidimensional Approach, Elsevier Health Sciences,
2008.
- Lim, Robin. After
the Baby’s Birth: A Complete Guide for Postpartum Women, Ten
Speed Press, U.S. 2001
- Rachana, Shivam. Lotus Birth, Greenwood Press,
Australia, 2000
- Parvati Baker, Jeannine. Prenatal Yoga & Natural Childbirth,
North Atlantic Books, U.S., 2001
- World Health Organization (WHO). Care in normal birth: A practical guide,
report of a technical working group, Geneva, Switzerland, 1997
- Ola Andersson, Lena Hellström-Westas, Dan
Andersson, Magnus Domellöf. Effect of delayed versus early umbilical cord
clamping on neonatal outcomes and iron status at 4 months: a randomised
controlled trial. BMJ, 2011; DOI:
10.1136/bmj.d7157
- Patrick van Rheenen. Delayed cord
clamping and improved infant outcomes. BMJ,
2011; DOI: 10.1136/bmj.d7127
- McDonald SJ, Middleton P. “Effect of
timing of umbilical cord clamping of term infants on maternal and neonatal
outcomes (Review).” Cochrane Database of Systematic Reviews 2008, Issue 2.
- Wikipedia dan berbagai sumber lainnya
- Sumber gambar: wikipedia. Lotus Birth dan
water birth
DAFTAR PUSTAKA
- http://childrengrowup.wordpress.com
- http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&ved=0CEkQFjAE&url=http%3A%2F%2Fgrowupclinic.com%2F2012%2F10%2F08%2Fmetode-kelahiran-lotus-birth-manfaat-dan-dampak-kerugiannya%2F&ei=P0QVU7agE4iErAeo94HIBg&usg=AFQjCNHqXig0boLW-1YrSu2gnqF7TojApw&sig2=puICtzYXFK3lg5fhrgIDIQ&bvm=bv.62286460,d.bmk
Langganan:
Komentar (Atom)


