Rabu, 19 Maret 2014

Miss MIDWIFERY


KASUS IT DALAM KEBIDANAN



Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan pada Sistem Informasi Rumah
Sakit

Sistem informasi rumah sakit tidak dapat lepas kaitannya dengan sistem
informasi kesehatan karena sistem ini merupakan aplikasi dari sistem
informasi kesehatan itu sendiri. Untuk itu, perlu kita mengetahui sedikit
tentang sistem informasi rumah sakit yang ada di Indonesia, mulai dari
rancang bangun (desain) sistem informasi rumah sakit hingga
pengembangannya.

1. Rancang Bangun (desain) Sistem Informasi Rumah Sakit
Rancang Bangun Rumah Sakit (SIRS), sangat bergantung kepada jenis dari rumah sakit tersebut. Namun  yg kita bahas adalah bahwa untuk merancang bangunan rumah sakit atau desainnya butuh sebuah teknologi yg cukup baik untuk mendesain sebuah Rancang Bangunan tersebut.
Maka itu dibutuhkan software sebagai penunjang atau
Pelaksana rancangan tersebut, contohnya:
  1. Microstation,
  2. SketchUP
  3. Revit Architecture
  4. Softplan

2. Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit

Dalam melakukan pengembangan SIRS, pengembang haruslah
bertumpu dalam 2 hal penting yaitu “kriteria dan kebijakan pengembangan
SIRS” dan “sasaran pengembangan SIRS” tersebut. Adapun kriteria dan
kebijakan yang umumnya dipergunakan dalam penyusunan spesifikasi
SIRS adalah sebagai berikut:

a. SIRS harus dapat berperan sebagai subsistem dari Sistem Kesehatan
Nasional dalam memberikan informasi yang relevan, akurat dan tepat
waktu.
b. SIRS harus mampu mengaitkan dan mengintegrasikan seluruh arus
informasi dalam jajaran Rumah Sakit dalam suatu sistem yang terpadu.
c. SIRS dapat menunjang proses pengambilan keputusan dalam proses
perencanaan maupun pengambilan keputusan operasional pada
berbagai tingkatan.
d. SIRS yang dikembangkan harus dapat meningkatkan daya-guna dan
hasil-guna terhadap usaha-usaha pengembangan sistem informasi
rumah sakit yang telah ada maupun yang sedang dikembangkan.
e. SIRS yang dikembangkan harus mempunyai kemampuan beradaptasi
terhadap perubahan dan perkembangan dimasa datang.
i. SIRS yang dikembangkan harus mudah dipergunakan oleh petugas,
bahkan bagi petugas yang awam sekalipun terhadap teknologi
komputer (user friendly).
j. SIRS yang dikembangkan sedapat mungkin menekan seminimal
mungkin perubahan, karena keterbatasan kemampuan pengguna SIRS
di Indonesia, untuk melakukan adaptasi dengan sistem yang baru.

Sistem Informasi Rumah Sakit yang berbasis komputer (Computer Based
Hospital Information System) memang sangat diperlukan untuk sebuah rumah
sakit dalam era globalisasi, namun untuk membangun sistem informasi yang
terpadu memerlukan tenaga dan biaya yang cukup besar. Kebutuhan akan
tenaga dan biaya yang besar tidak hanya dalam pengembangannya, namun
juga dalam pemeliharaan SIRS maupun dalam melakukan migrasi dari sistem
yang lama pada sistem yang baru. Selama manajemen rumah sakit belum
menganggap bahwa informasi adalah merupakan aset dari rumah sakit
tersebut, maka kebutuhan biaya dan tenaga tersebut diatas dirasakan sebagai
beban yang berat, bukan sebagai konsekuensi dari adanya kebutuhan akan
informasi. Kalau informasi telah menjadi aset rumah sakit, maka beban biaya
untuk pengembangan, pemeliharaan maupun migrasi SIRS sudah selayaknya
masuk dalam kalkulasi biaya layanan kesehatan yang dapat diberikan oleh
rumah sakit itu.
Perlu disadari sepenuhnya, bahwa penggunaan teknologi informasi dapat
menyebabkan ketergantungan, dalam arti sekali mengimplementasikan dan
mengoperasionalkan SIRS, maka rumah sakit tersebut selamanya terpaksa
harus menggunakan teknologi informasi.
Perangkat lunak SIRS siap pakai yang tersedia di pasaran pada saat ini
sebagian besar adalah perangkat lunak SIRS yang hanya mengelola sebagian
sistem atau beberapa subsistem dari SIRS. Untuk dapat memilih perangkat
lunak SIRS siap pakai dan perangkat keras yang akan digunakan, maka rumah
sakit tersebut harus sudah memiliki rancang bangun (desain) SIRS yang sesuai
dengan kondisi dan situasi rumah

 Tujuan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan

Melalui hasil pengembangan sistem informasi diatas, maka diharapkan
dapat menghasilkan hal-hal sebagai berikut:

1. Perangkat lunak tersebut dikembangkan sesuai dengan sesuai dengan
standar yang ditentukan oleh pemerintah daerah.

2. Dengan menggunakan open system tersebut diharapkan jaringan akan
bersifat interoperable dengan jaringan lain.

3. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mensosialisasikan dan
mendorong pengembangan dan penggunaan Local Area Network di dalam
kluster unit pelayanan kesehatan baik pemerintah dan swasta sebagai
komponen sistem di masa depan.

4. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan
kemampuan dalam teknologi informasi video, suara, dan data nirkabel
universal di dalam Wide Area Network yang efektif, homogen dan efisien
sebagai bagian dari jaringan sistem informasi pemerintah daerah.

5. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan,
mengembangkan dan memelihara pusat penyimpanan data dan informasi
yang menyimpan direktori materi teknologi informasi yang komprehensif.

6. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan secara proaktif mencari,
menanalisis, memahami, menyebarluaskan dan mempertukarkan secara
elektronis data/informasi bagi seluruh stakeholders

7. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan memanfaatkan website
dan access point lain agar data kesehatan dan kedokteran dapat
dimanfaatkan secara luas dan bertanggung jawab dan dalam rangka
memperbaiki pelayanan kesehatan sehingga kepuasan pengguna dapatdicapai sebaik-baiknya

8. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan merencanakan
pengembangan manajemen SDM sistem informasi mulai dari rekrutmen,
penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian pekerjaan, penggajian
dan pengembangan karir.

9. Sistem informasi kesehatan terintegrasi ini akan mengembangkan unit
organisasi pengembangan dan pencarian dana bersumber masyarakat yang
berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan data/informasi kesehatan
dan kedokteran.

10. Dapat digunakan untuk mengubah tujuan, kegiatan, produk, pelayanan
organisasi, untuk mendukung agar organisasi dapat meraih keunggulan
kompetitif.

11. Mengarah pada peluang-peluang strategis yang dapat ditemukan.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Kesehatan

Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup
pengelolaan informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office
management). Lingkup ini antara lain sebagai berikut:

1. Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk memudahkan
pengidentifikasian maupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai
keluar. Modul ini meliputi pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran
rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.

2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti: penyakit
dalam, bedah, anak, obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT, mata,
gigi dan mulut, kardiologi, radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum,
UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Modul ini juga mencatat diagnosa
dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam laporan rekam
medis pasien.

3. Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap pasien,
konsultasi dokter, hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.

4. Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan
seperti: ECG, EEG, USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan
lain-lain.

5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk
rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis (laboratorium, radiologi,
rehab medik), baik secara langsung maupun melalui jaminan dari pihak
ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat transaksi harian pasien
(laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen deposit dan lain-lain.

6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan
transaksi obat-obatan. Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporan-laporan mengenai:

1. Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan
tahunan),
2. Penerimaan kasir secara periodik,
3. Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien,
4. Rekam medis pasien,
5. Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1),
6. Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a),
7. Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b),
8. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1),
9. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1),
10. Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,
11. Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik,
12. Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
13. Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.

Untuk memudahkan penyajian informasi tersebut, maka laporan-laporan
tersebut dapat diekspor ke berbagai macam format antara lain:

1. Comma separated value (CSF),
2. Data Interchange Format (DIF),
3. Excel (XLS versi 2.1, 3.0, 4.0, 5.0, dan 5.0 tabular),
4. HTML 3.0 (draft standard), 3.2 (extended & standard),
5. Lotus 1-2-3 (WK1, WK3, WK5),
6. ODBC,
7. Rich Text Format (RTF),
8. ext,
9. Word for Windows Document
KESIMPULAN

Dari ruang lingkup kesehatan, begitu banyak pembahasan dan pengaplikasian Sistem Informasi dan Teknologi untuk membangun atau membuat suatu sarana kesehatan  demikian pula dalam dunia kebidanan, untuk membuat RS bersalin, poliklinik bidan, posyandu,puskesmas dll, kita dapat memanfaatkan Sistem Informasi dan Teknologi yang ada demi membangun Sarana kesehatan yang berkualitas dibidang KEBIDANAN.


DAFTAR PUSTAKA

o http://www.dinkes-dki.go.id/sik.htm
o http://www.depkes.go.id
o http://www.dinkesjatim.go.id
o http://www.desentralisasi-kesehatan.net
o http://www.sikonline.net/index.php?option=content&task=view&id=17
o http://www.med.usf.edu/CLASS/his.htm
o http://www.hsc.usf.edu/CLASS/his.htm
http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id

Selasa, 11 Maret 2014

BEBERAPA MITOS KEHAMILAN & FAKTA

BEBERAPA MITOS KEHAMILAN & FAKTA 

Waktu kita hamil, kadang beberapa mitos / cerita dari orang lain datang untuk membuat wanita hamil menjadi khawatir untuk melakukan sesuatu. Biasanya ini terjadi pada kehamilan anak pertama. Menjaga kehamilan kita sangat penting, namun tidak setiap mitos harus membuat kita berhenti melakukan apa-apa.

Tidak boleh memotong atau menjahit baju.
Mitos: Tidak boleh memotong atau menjahit baju selama kehamilan atau anak akan lahir dengan bibir sumbing.
Fakta: Bibir sumbing biasanya karena pengaruh obat-obatan yang diminum ibu saat hamil, efek radiasi atau factor genetic. Oleh karenanya x-ray tidak dilakukan selama kehamilan kecuali atas indikasi tertentu. -

Minuman dari kacang kedeai (susu kacang) akan membuat kulit
bayi bewarna putih. Mitos: minum susu kacang atau makanan dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih.
Fakta: warna kulit seseorang dipengaruhi oleh factor genetic ayah – ibunya, bukan dari susu kedelai. -

Jeruk akan meningkatkan lendir pada bayi dan resiko kuning pada bayi baru lahir. Mitos: Jangan makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan resiko kuning saat bayi lahir.
Fakta: Jeruk adalah sumber
vitamin C dan serat yang baik.

Minum
air es akan menyebabkan bayi besar.
Mitos: Sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir. Fakta: Bayi besar biasanya berhubungan dengan ibu hamil yang mempunyai penyakit kencing manis. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.

Makanan pedas akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau berkulit lebih gelap.
Mitos: Makan makanan pedas saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau bayi akan berkulit lebih gelap/hitam. Fakta: Sekali lagi warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi factor genetic dari orang tuanya.
Fakta: makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak diperut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit.

Mitos: Bila denyut jantung bayi cepat, berarti bayinya perempuan Salah. Di dalam kandungan, sama sekali tak ada bedanya; antara perempuan dan laki-laki. Kecepatan denyut janin ditentukan oleh usia janin. Sekitar lima minggu kehamilan, denyut jantung janin mendekati denyut jantung ibu, dan akan bertambah cepat sampai minggu kesembilan. Lalu akan menurun pada pertengahan kehamilan. Kondisi ini terjadi pada semua janin.

Mitos: Puting payudara berwarna gelap saat hamil, berarti bayi laki-laki. Salah. Perubahan warna puting susu sama sekali tak berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna tersebut disebabkan peningkatan progesteron dan melanocyte, hormon yang mengatur pigmentasi kulit. Puting susu, bercak kelahiran, tahi lalat, atau tanda-tanda lain dapat menjadi lebih gelap warnanya selama hamil. Warna itu akan memudar setelah melahirkan.

Mitos: Bila kandungan berat ke bawah berarti laki-laki, ke atas perempuan. Salah. Bila kandungan ke atas, berarti kehamilan pertama dan tubuh ibu masih bagus. Otot perut cenderung semakin elastis pada setiap kehamilan. Jadi, bila bkan kehamilan pertama, perut cenderung semakin turun.

Mitos: Minum air es membuat tubuh bayi besar sehingga akan sulit dilahirkan Salah. Air es tidak menyebabkan kesulitan lahir bayi. Unsur yang membuat janin membesar adalah gula atau sirup yang biasanya diminum bersama air es.

Mitos: Ingin melahirkan normal, jangan berlaku kasar pada hewan Salah. Hingga kini tak ada bukti medis tentang pantangan ini. Namun dalam kondisi apapun kita tidak disarankan bersikap kasar pada hewan, jika tidak dirugikan.

Mitos: Ibu hamil sering bermimpi Benar. Menurut para ahli, mimpi adalah perwujudan perasaan seseorang. Mimpi yang sering dialami oleh ibu hamil biasanya perwujudan dari rasa penasaran karena ia proses persalinan dan wujud bayinya kelak.

Mitos: Janin akan tumbuh lebih besar dan sehat jika ibu makan banyak Salah. Hal penting saat hamil, adalah ibu makan secukupnya, dan tidak terlalu gemuk. Kegemukan saat hamil, rentan menyebabkan diabetes gestational (diabetes selama kehamilan), dan proses persalinan yang sulit.

Mitos: Minum air kelapa akan menghaluskan kulit bayi. Sedangkan jika sering mengonsumsi kedelai maka kulit bayi akan putih. Salah. Kulit bayi yang putih serta halus tergantung faktor genetis. Bila tak ada anggota keluarga yang berkulit putih, maka mustahil bayi akan berkulit putih.

Mitos: Minum rebusan air kacang hijau membuat rambut bayi tebal Salah. Kondisi rambut serta jenis rambut ditentukan olef faktor genetik, jadi tak ada hubungannya dengan air rebusan kacang hijau.

Mitos: Menyematkan benda tajam pada baju atau bangle (semacam jahe) akan melindungi janin dari ‘gangguan’ supranatural Salah. Satu-satunya gangguan yang bisa menyerang si kecil saat masih dalam perut adalah gangguan kesehatan. Ibu hamil disarankan banyak berdoa dan hidup sehat agar bayi yang akan dilahirkan selalu dalam kondisi baik dan sehat.

Mitos: USG berbahaya jika dilakukan setiap kali periksa kehamilan Salah. Sejak pertama kali ditemukan, pemeriksaan USG tidak mengakibatkan gangguan pada ibu dan janin. USG sangat aman karena menggunakan gelombang suara 20.000 hertz dan dipakai secara menyebar.



ISSU TERKINI DUNIA KEBIDANAN

ISSU TERKINI DUNIA KEBIDANAN

METODE KELAHIRAN LOTUS BIRTH

MANFAAT DAN DAMPAK KERUGIANNYA



Lotus birth adalah proses melahirkan bayi dengan tetap membiarkan tali pusat terhubung dengan plasenta selama beberapa hari. Jadi tali pusat dan plasenta yang menempel di pusar bayi tidak langsung dipotong usai ibu bersalin namun dibiarkan mengering sendiri dan lalu terputus sendiri biasanya sampai 3 hari. Melahirkan dengan metode lotus birth mulai di lirik ibu-ibu hamil karena dianggap lebih alami dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi. Namun secara ilmu kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversi karena belum terbukti secara ilmiah. Kelahiran Lotus jarang dipraktekkan di rumah sakit, tetapi lebih sering terjadi di pusat-pusat kelahiran dan kelahiran di rumah. Namun di dunia  kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversial dan belum ada penelitiannya secara ilmiah. Metode lotus birth dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, nutrisi dan antibodi.
Metode lotus birth diyakini dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi. Plasenta bisa memproduksi antibodi hanya bila masih berada di dalam tubuh ibu. Secara medis metode ini belum terbukti secara ilmiah manfaatnya dan kurang bisa dipertanggungjawabkan. Metode ini belum dapat diterima secara medis dan belum bisa dipraktikkan di rumah sakit. Terlebih belum ada penelitian yang membuktikannya aman untuk ibu dan bayi
sumber gambar: wikipedia. Lotus Birth dan water birth

Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta atau ari-ari. Sedangkan bila melahirkan dengan metode lotus birth, tali pusar tidak akan diklem sehingga masih ada hubungan antara plasenta dan bayi. Plasenta dibiarkan terhubung dengan bayi hingga akhirnya kering dan puput (terlepas) dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Kelebihan cairan yang keluar dari plasenta, yang kemudian ditempatkan dalam sebuah mangkuk terbuka atau dibungkus kain permeabel dan disimpan di dekat bayi yang baru lahir. Air dialirkan di sekitar plasenta untuk mengeringkannya, dan untuk menghindari berbau busuk yang terjadi
Biasanya untuk menghilangkan bau, plasenta yang sudah ditempatkan di dalam baskom atau mangkok besar dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian seperti lavender herbal, bubuk, seperti goldenseal atau neem. Pemberian tersebut diharapkan untuk mempercepat pengeringan, untuk menetralkan bau dekomposisi, dan sifat antibakteri. Melahirkan dengan metode ini dipercaya dapat mencegah bayi kekurangan zat besi dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi, karena diklaim darah yang masih mengalir dari plasenta dapat memberikan tambahan oksigen, makanan dan antibodi untuk si bayi.
Budaya Lotus Birth sudah lama dilakukan di  Tibet dan Zen Buddhisme untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien-hua Sen). Kepercayaan ini menganalogkan mereka masuk ke dunia secara utuh sebagai anak-anak kudus. Referensi untuk kelahiran itu juga  ditemukan dalam Hinduisme termasuk di daerah Bali atau suku Aborigin seperti kung, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.
Perintis awal Amerika, dalam buku harian yang ditulis dan surat, dilaporkan berlatih nonseverance dari umbilikus sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi bayi dari infeksi luka terbuka.
Praktek kesehatan ini pertama kali di dunia Barat dipopulerkan oleh  Jeannine Parvati Baker, penulis buku pertama tentang yoga prenatal di prenatal yoga in the West, Prenatal Yoga & Natural Childbirth. BNuku itu menggambarkan pengalaman persalinannya sendiri sebanyak dua kali. Proses persalinan tersebut diilhami nilai yoga ahimsa serta yoga pengajaran inti yang melekat dalam proses ikatan primal
Pada 1990-an, Sarah Buckley MD, seorang dokter keluarga Australia melaporkan pengasuhan untuk majalah Mothering, menerbitkan kisah-kisah kelahiran pribadinya dalam Lahir teks Lotus, dia telah menghasilkan banyak publikasi ilmiah penelitiannya tentang manfaat fisiologis manajemen pasif ketiga tahap persalinan

Referensi:
  • Buckley MD., Sarah. Gentle Birth, Gentle Mothering, Australia, 2006
  • Davies, Leap, McDonald. Examination of the Newborn & Neonatal Health: A Multidimensional Approach, Elsevier Health Sciences, 2008.
  • Lim, Robin. After the Baby’s Birth: A Complete Guide for Postpartum Women, Ten Speed Press, U.S. 2001
  • Rachana, Shivam. Lotus Birth, Greenwood Press, Australia, 2000
  • Parvati Baker, Jeannine. Prenatal Yoga & Natural Childbirth, North Atlantic Books, U.S., 2001
  • World Health Organization (WHO). Care in normal birth: A practical guide, report of a technical working group, Geneva, Switzerland, 1997
  • Ola Andersson, Lena Hellström-Westas, Dan Andersson, Magnus Domellöf. Effect of delayed versus early umbilical cord clamping on neonatal outcomes and iron status at 4 months: a randomised controlled trial. BMJ, 2011; DOI: 10.1136/bmj.d7157
  • Patrick van Rheenen. Delayed cord clamping and improved infant outcomes. BMJ, 2011; DOI: 10.1136/bmj.d7127
  • McDonald SJ, Middleton P. “Effect of timing of umbilical cord clamping of term infants on maternal and neonatal outcomes (Review).” Cochrane Database of Systematic Reviews 2008, Issue 2.
  • Wikipedia dan berbagai sumber lainnya
  • Sumber gambar: wikipedia. Lotus Birth dan water birth



DAFTAR PUSTAKA


  • http://childrengrowup.wordpress.com
  • http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&ved=0CEkQFjAE&url=http%3A%2F%2Fgrowupclinic.com%2F2012%2F10%2F08%2Fmetode-kelahiran-lotus-birth-manfaat-dan-dampak-kerugiannya%2F&ei=P0QVU7agE4iErAeo94HIBg&usg=AFQjCNHqXig0boLW-1YrSu2gnqF7TojApw&sig2=puICtzYXFK3lg5fhrgIDIQ&bvm=bv.62286460,d.bmk