Selasa, 22 April 2014

Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Wanita



  Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Wanita


a.       Genetalia Eksterna, ada 8 :
1.       Mons Veneris (pubis)    :  terdiri dari lemak yang berbentuk       , tumbuh rambut bila sudah pubertas.
2.       Labia Mayora (bibir basa): ditumbuhi rambut dan melindungi vestibulum.
3.       Labia Minora (bibir kecil): kulit sebelah dalam labia mayora.
4.       Klitoris (klentit)                 : sebesar kacang hijau lokal, pusat ransangan wanita.
5.       Vestibulum                         : yang mengeluarkan secret vagina.
6.       Hymen (selaput dara)    : bisa hilang/robek bila melakukan kegiatan yang berhungan dengan menggerakan area sekitar selangkangan, paha, bisa jatuh, split (gerakan balet), bisa tidak bila hymen sangat elastis.
7.       Perinium                              : antara vulva dan anus.
8.       Vulva                                     : area keseluruhan dari organ reproduksi wanita, terdiri dari 7 genetalia di atas.
b.      Genetalia Interna, ada 4 :
1.       Vagina                  : jalan lahir, terdiri dari lipatan-lipatan dan elastis.
2.       Uterus (rahim)  : terdapat serviks atau leher rahim dibagian bawah, fundus adalah bagian atas uterus.
3.       Ovarium               : memproduksi sel telur terdapat korteks dan medulla.
4.       Tuba Valopi        : tempat temu ovum dan sperma, terdapat umbai fimbriae di bagian bawahnya untuk menangkap ovum yg matang.
c.       Tiga tulang besar :
1.       2 tulang pangkal paha (Os Coxae)
a.                   Tulang Usus (Os. Ilium)
1.       Merupakan tulang terbesar dari panggul dan membentuk bagian atas dan bagian belakang tulang panggul
2.       Batas atasnya merupakan penebalan tulang yang disebut CRISTA ILIACA
3.       Ujung depan dan belakang crista iliaca menonjol : SPINA ILIACA ANTERIOR SUPERIOR DAN SPINA ILIACA POSTERIOR SUPERIOR.
b.                  Tulang Duduk (Os. Iskhium)
1.       Bagian lebar yang diatas yaitu perbatasan tulang sias sampai kepasa simfisis dinamakan KRISTA ILIAKA
2.       Pinggir belakang menonjol : SPINA ISCHIADICA
3.       Pinggir bawah tulang duduk sangat tebal, yang mendukung badan saat duduk disebut TUBER ISKHIADIKA
c.                   Tulang Kemaluan (Os. Pubis)
1.       Terdapat disebelah bawah dan depan tulang usus
2.       Dengan tulang duduk dibatasi foramen obturatum
3.       Tangkai tulang kemaluan yang berhubungan dengantulang usus
2.       1 tulang kelangkang (Os. Sacrum)
Tulang ini berbentuk segitiga dengan lebar dibagian atas dan mengecil  dibagian bawahnya. Tulang kelangkang terletak di antara kedua     tulang pangkal paha. Terdiri dari lima ruas tulang yang berhubungan erat.
3.       1 tulang tungging (Os. Coccygis)
Berbentuk segitiga dengan ruas tiga sampai lima buah dan bersatu. 
Pada saat persalinan tulang tungging dapat didorong ke belakang sehingga memperluas jalan lahir.
d.      Ukuran dalam Panggul :
1.       Konjugata vera yaitu perbatasan dari tepi atas simfisis sampai ke pronmotorium (11cm)
2.       Konjugata diagonalis yaitu tepi bawah simfisis sampai ke pronmotorium (12-13cm)
3.       Diameter Obliqueyaitu aticulatio saccroiliaka sampai tuber pubicium (13cm)
4.       Diameter tranversal adalahjarak antara linea terminalis kiri dan kanan
e.      Ukuran Panggul Luar :
1.       Distansia Spinarum : diameter kedua spina iliaka anterior superior ka/ki dari 24 - 26 cm
2.       Distansia kristarum :diameter terbesar antara kedua crista iliaka kanan dan kiri 28-30 cm
3.       Distansia boudeloque / konjugata eksterna : diameter antara lumbal -5 dengan tepi atas symfisis pubis 18-20 cm.
f.        BIDANG HODGE
HODGE 1 : setinggi tepi atas panggul yaitu tepi atas simfisis
HODGE 2 : sejajar HODGE 1 setinggi tepi bawah simfisis
HODGE 3 : sejajar HODGE 1 setinggi spina iliaka
HODGE 4 : sejajar HODGE 1 setinggi articulation saccrocociggys
g.       Bidang  Panggul
Pintu atas panggul, merupakan bulatan oval panjang kesamping dan dibatasi oleh:
1.       Promontorium
2.       Sayap os sacrum
3.       Linea terminalis kanan kiri
4.       Pinggir atas simpisis pubis
h.      Bidang Terluas Panggul
Bidang ukuran-ukurannya besar, terbentang antara simpisis , pertengahan asetabulum, dan pertemuan antara ruas kedua dan ketiga tulang kelangkang. Ukuran muka belakang 11,75cm, ukuran melintang 12,5cm.
i.        Bidang Sempit Panggul
Bidang ini mempunyai ukuran-ukuran terkecil jalan lahir.
Membentang setinggi tepi bawah symphisis menuju kedua spina ischiadika dan memotong tulang kelangkang setinggi 1-2 cm diatas ujungnya.Ukuran muka belakang 11,5 cm dan ukuran melintangnya 10 cm. Bidang ini merupakan titik putar dari PAP menjadi PBP. Kesempitan PBP biasanya disertai kesempitan bidang sempit panggul .

BIDAN SEBAGAI PENDIDIK



BIDAN SEBAGAI PENDIDIK


Fungsi bidan sebagai pendidik mencakup:
1.      Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga, dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana.
2.      Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesetan sesuai dengan bidang tanggung jawab bidan.
3.      Memberi bimbingan kepada para peserta didik bidan dalam kegiatan praktik di klinik dan di masyarakat.
Mendidik peserta didik bidan atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan bidang keahliannya.
PERAN BIDAN SEBAGAI PENDIDIK

Sebagai pendidik bidan memiliki 2 tugas yaitu sebagai pendidik dan penyuluh kesehatan bagi klien serta pelatih dan pembimbing kader.
1. Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien.
Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga, kelompok, serta maryarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan, khususnya yang berhubungarn dengan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana, mencakup:
1)      Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan kesehatan, khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana bersama klien.
2)      Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang bersama klien.
3)      Menyiapkan alat serta materi pendidikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
4)      Melaksanakan program/rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan sesuai dengan rencana jangka pendek serta jangka panjang dengan melibatkan unsur-unsur terkait, termasuk klien.
5)      Mengevaluasi hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan bersama klien dan menggunakannya untuk memperbaiki serta meningkatkan program di masa yang akan datang.
6)      Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan/ penyuluhan kesehatan secara lengkap serta sistematis.

2. Melatih dan membimbing kader.

Bidan melatih dan membimbing kader, peserta didik kebidanan dan keperawatan, serta membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya, mencakup:
1)         Mengkaji kebutuhan pelatihan dan bimbingan bagi kader, dukun bayi, serta peserta didik
2)         Menyusun rencana pelatihan dan bimbingan sesuai dengan hasil pengkajian.
3)         Menyiapkan alat bantu mengajar (audio visual aids, AVA) dan bahan untuk keperluan   pelatihan dan bimbingan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
4)         Melaksanakan pelatihan untuk dukun bayi dan kader sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur-unsur terkait.
5)         Membimbing peserta didik kebidanan dan keperawatan dalam lingkup kerjanya.
6)         Menilai hasil pelatihan dan bimbingan yang telah diberikan.
7)         Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program bimbingan.
8)         Mendokumentasikan semua kegiatan termasuk hasil evaluasi pelatihan serta bimbingan secara sistematis dan lengkap.


Senin, 21 April 2014

Siklus Menstruasi Normal Tidak Normal Wanita




Menstruasi merupakan perubahan fisiologis yang terjadi pada wanita yang dipengaruhi oleh horman FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Ditandai dengan keluarnya darah pada endometrium yang keluar secara rutin setiap bulan. Menstruasi terjadi pada usia remaja berkisar usia 10-16 tahun , dipengaruhi oleh kesehatan , nutrisi dan berat badan juga tinggi badan. Menstruasi akan berhenti pada usia 40-50  tahun, monopause.
Pada umumnya,menstruasi berlangsung 3-7 hari. Siklus menstruasi yaitu daur menstruasi yang dialami wanita dalam usia produktif. Pada saat menstruasi terjadi peluruhan dinding rahim. Peluruhan tersebut akan berlangsung tiap bulanya, sehingga terjadinya proses pembersihan rahim karena adanya pembuluh darah ,kelenjar dan sel yang tidah dibuahi. Bagi wanita tidak asing lagi dengan menstruasi yang terjadi setiap bulan kecuali jika adanya pembuahan (kehamilan). Akan tetapi tau kah anda, apakah siklus menstruasi anda normal  ? Mari, kita cari tahu siklus menstruasi yang semestinya terjadi (normal) .
Siklus Menstruasi  Normal
Akan terjadi pertumbuhan folikel primer yang dipengaruhi oleh hormon FSH, pada hari pertama hingga hari ke empat belas. Adapun hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi, yaitu :
  1. LH-RH. LH dikeluarkan akibat adanya rangsangan hipofosis
  2. FSH-RH. FSH dikeluarkan melalui rangsangan hipofosis yang dikeluarkan oleh hipotalamus.
  3. PIH. Prolaktin dihambat oleh hipofisis.
Siklus Menstruasi Utama
1.  Masa menstruasi. Akan berlangsung selama 2-8 hari dimana selaput rahim dilepaskan hingga terjadi perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah.
2.  Masa Proliferasi. Fase ini terjadi pertumbuhan dari dua fungsional untuk mempersiapkan rahim tempat janin. Pada fase ini akan di awali dengan tumbuh kembalinya endometrium. Akan terjadi pada hari ke 12-14
3.  Masa Sekresi. Masa sesudah adanya ovulasi dimana hormon progesteron akan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap menjadi tempat janin ke rahim.
Siklus haid normal dapat dihitung dari pertama menstruasi hingga menjelang menstruasi pada bulan selanjutnya. Siklus yang normal biasanya terjadi pada 28 hari. Akan tetapi, pada remaja perubahan siklus menstruasi sering terjadi dan dianggap normal. Pada siklus haid normal dipengaruhi oleh praovulasi yang akan berubah tiap bulan dan memiliki perbedaan pada setiap wanita.
Siklus Menstruasi Tidak Normal
Jika anda mengalami pendarahan hingga 35 hari, mungkinkah itu darah menstruasi? Normalnya wanita menstruasi selama 3-8 dengan jumlah darah yang dikeluarkan oleh masing-masing wanita berbeda. Pada dasarnya darah yang dikeluarkan sekitar 30-80ml. Macam-macam siklus menstruasi yang tidak normal, yaitu :
1.  Polymoenorrhea. Pada kasus ini wanita lebih sering mengalami menstruasi yaitu berkisar pada 2-3 minggu sekali.
2.  Mettorrhagia. Siklus ini ditandai dengan datangnya menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi ini terjadi sekitar 3-6 munggu sekali.
3.  Oligomenorrhea. Siklus ini terjadi secara tidak teratur hingga mengakibatkan harus diketahui terlebih dahulu penyebab dan kondisinya agar mendapatkan perawatan yang sesuai. Ditemukan pada banyak kasus, siklus ini dipicu karena adanya ketidakseimbangan hormon yang dialami wanita .
4.  Menorrhagia. Adanya pendarahan hebat yang terjadi saat menstruasi. Dipicu karena adanya ketidakseimbangan hormon sehingga menyebabkan siklus menstruasi tanpa adanya ovulasi. Pada keadaan normal, sel telur dari ovarium mennghasilkan progesteron. Apabila kadarnya tidak cukup maka akan mengakibatkan pendarahan saat menstruasi. Segera  konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.