Sabtu, 03 Mei 2014

Bidan Gaul


ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL



ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL


DEFENISI;
RETALDASI MENTAL:adalah fungsi intelektual dibawah rata-rata yang muncul dengan kurangnya perilaku adatif,awitannya sebelum usia 18 tahun.
RETARDASI MENTAL:adalah kemampuan mental yang tidak mencukupi.(WHO).
RETARDASI MENTAL:adalah suatu kondisi yang ditandai oleh rendahnya intelgensi yang rendah yang menyebabkan kemampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal.(Carter CH dikutip dari Toback C),

Sedangkan menurut Melly Budhiman,seseorang yang dikatakan retardasi mental, bila memenuhi krityeria  sbb:
1.Fungsi intelektual dibawah normal.
2.Terdapat kendala dalam perilaku social.
3.Gejalanya timbul dalam masa perkembangan yaitu dibawah usia 18 tahun.

KLASIFIKASI:
Menurut nilai Ignya,maka intelgensi seseorang dapat digolongkan sbb:(Dikutip dari Swaiman 1989).
-Sangat superior                                     ::130 lebih.
-Superior                                                 : 120-129.
-Diatas rata –rata                                     : 110-119.
-Rata- rata                                                : 90-100.
-Dibawah rata-rata                                    : 80-89.
-Retardasimental borderline                     : 70-79.
-Retardasi mental ringan                            : 52-69 ( mampu dididik).
-Rettardasi mental sedang                          : 36-51 (mampu dilatih).
-Retardasi mental berat                              : 20-35.
-Retardasi mental sangat berat                   : dibawah 20.

Bial ditinjau dari gejalanya,Amka, Melly Budiman membagi :
1.Tipe Klinik.       
2.Tipe sosio budaya.

1.Tipe Klinik.:
       -Pada RM tipe klinik mudah dideteksi dini, sebab kelainan fisik maupun mentalnya cukup berat.
       -Penyebabnya sering kelainan organic.
       -Kebanyakan anak ini perlu perawatan yang terus menerus dan kelainan ini dapat terjadi pada kelaqs social tinngi ataupun rendah.
       -Orangtua dari anak yang retardasi mental tipe klinik ini cepat mencari pertolongan oleh karena mereka melihat sendiri kelainan pada anaknya.
2.Tipe sosiobudaya.
        -Biasanya baru diketahu setelah anak masuk sekolah dan ternyata tidak dapat mengikuti pelajaran.
        -Penampilannya seperti anak normal,sehingga diserut juga retardasi mental 6 jam.Karena begitu keluar sekolah mereka dapat bermain seperti anak normal lainnya.
       -Tepe ini biasanya berasal dari social ekonomi yang rendah.Para orang tua dari anak tipe ini tidak melihat adanya kelainan pada anaknya,mereka mengetahui bahwa anaknya
RM dari gurunya atau psikolog,karena anaknya gagal beberapa kali tidak naik kelas.
       -Pada umumnya anak tipe ini mempunyai taraf IQ golongan borderline dan RM ringan.
ETIOLOGI:
O.Adanya disfungsi otak merupakan dasar dari RM perlu anamnese yang baik,pemeriksaan fisik dan laboratorium.
O.Penyebab dari RM sangat komplek dan multifaktorial.
O.Walaupun begitu terdapat beberapa faktor potensial berperanan dalam terjadinya RM
Seperti yang dinyatakan olehTalf L T (1983 )dan Shonkoff JP (1992 )dibawah ini


FAKTOR-FAKTOR  YANG POTENSIAL SEBAGAI PENYEBAB :
1.NON ORGANIK.
          -Kemiskinan dan keluarga yang kurang harmonis.
          -Faktor sosiokultural.
          -Interaksi anak – pengasuh yang tidak baik.
          -Penelaaaantaran anak.

2.ORGANIK.
    1.Faktor  pra konsepsi.
            -Abnormalitas single gene (penyakit metabolic,kelainan neurocutaneus.
            -Kelainan kromosom.
    2.Faktor Prenatal.
             -Gangguan pertumbuhan otak trimester 1.
                  o.Kelainan kromosom (Trisomi, mosaic dll).
                  o.Infeksi interauteri,misalnya:TORCH,HIV.
                  o.Zat-zat teratogen (alcohol,radiasi dll). 
                  o.Disfungsi placenta.
                  o.Kelainan congenital dari otak (idiopatik ).
               -Gangguan pertumbuhan otak trimester II dan III.
                   o.Infeksi intrauteri,misalnya (TORCH,HIV)
                   o.Zat-zat teratogen (alcohol,radiasi,kokain,logam berat dll).
                   o.Ibu DM.
                   o.Toxemia gravidarum.
                   o.Dispungsi Plasenta.
                   o.Ibu malnutrisi.
     3.Faktor perinatal.
                   -Sangat premature.
                   -Asfiksia neonatorum.
                   - Trauma lahir.peredarahan intracranial.
                    -Meningitis.
                    -Kelainan metabolic:hipoglikemia,hiperbillirubin.
      4.Faktor postnatal.
                    -Trauma berat pada kepala /SSP.
                    -Neurotoksin:logam berat.
                    -C V A.
                    -Anoksia.tenggelam.
                    -Metabolik.
                    -Gizi buruk.
                    -Kelainan hormonal :( hipotiroid ).
                    -Kelainan metabolisme karbohidrat
                    -Penyakit degeratif/metabolic lainnya,
       5. Infeksi:
                     -Meningitis,ensefalitis.


DIAGNOSA DAN GEJALA KLINIS.
Dengan :
-Anamnesis untuk mengetahui penyebab: organic atau non organic,genetic/tidak.
-DDST.

Gejala klinis:
   1.Kelainan pada mata.
                 o.Katarak.
                 o.Bintik cherry merah pada daerah macula.
                 o.Korioretinitis.
                 o.Kornea keruh.
   2.Kejang.
                 o.Kejang umum tonik klonik.
                 o.Kejang pada masa neonatal.
   3.Kelainan kulit.
   4.Kelainan rambut: rontok,cepat memutih,halus.
   5.Kepala: mikrocepal ,makrocepal.
   6.Perawakan pendek.


Sedangkan gejala RM tergantung tipenyaadalah sbb:
1.RM Ringan.
          X Kelompok terbesar dari RM.
          X.Kebanyakan termasuk tipe social budaya.
          X.Diagnosa dibuat setelah mereka beberapa kali tidak naik kelas.
          X.Mampu di didik,bisa sampai kls 4-6 SD.
          X.Bisa dilatih kertampilan tertentu,mampu mandiri.
          X.Kurang mampu menghadapi stress.
          XMembutuhkan bimbingan dari keluarga.

2.RM  Sedang:
           X Kira-kira 12 % dari seluruh penderita RM.
           X Mampu latih tetapi tidak mampu didik.
           X Hanya dapat sampai kls 2 SD.
           X Bila bekerja perlu pengawasan.
           X Perlu dilatih mengurus diri sendiri.
           X Kurang mampu menghadapi stress.
           X Kurang dapat mandiri.
           X Membutuhkan bimbingan.

3.RM Berat:
           X Sekitar 17 %.
           X Diagnosis mudah ditegakkan:gejala gejala fisik dan keluhan orang tua.
           X Termasuk tipe klinik.
           X Dapat dilatih hygienedasar saja dan kemampuan berbicara sederhana.
           X Tidak dapat dilatih keterampilan kerja.
           X Memerlukan pengawasan dan bimbingan sepanjang hidup.
         
4.RM sangat berat :
           X 1 %.
           X Termasuk tipe klinik.
           X Diagnosis mudah :gejala fisik dan mental sangat jelas.
           X Kemampuan bahasa sangat minimal.
           X Seluruh hidupnya tergantung orang sekitar.

PENATALAKSANAAN.

           X Sangat multidimensi dan sangat individual.
           X Perlu melibatkan psikolog,dokter anak.
           X Kehadiran pekerja social kadang diperlukan.
           X Ahli-ahli lain tergantung dari penyakit lain yang diderita anak.
           X Penjelasan yang jelas pada orang tua.
           X Perlu kerja sama orang tua dan guru.
           X Anak dengan RM perlu pendidikan khusus,yang disesuaikan dengan taraf IQ.
           X Sekolah Khusus untuk anak RM adalah SLB-C,diajarkan keterampilan khusus ,
               Diajarkan tentang baik buruk suatu tindakan tertentu,sehingga dapat mandiri.
           X Anak RM perlu perawatan khusus:pemeriksaan rutin,iminisasi,monitor tumbuh
               Kembang.